Komisi A DPRD Kota Bandung dan jajaran Diskominfo, sedang membahas program Smart City, di dipimpin Wakil Ketua Komisi A, Khairullah, Rabu, (26/1/2022)./Foto : Dok DPRD Kota Bandung.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Komisi A DPRD Kota Bandung melakukan rapat kerja, untuk membahas evaluasi dan rencana program bersama Diskominfo Kota Bandung. Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi A, Khairullah, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, berlangsung di Ruang Rapat Komisi A, Rabu, (26/1/2022).
Dalam rapat tersebut, dibahas soal indikator kinerja utama Diskominfo mengenai smart city atau Kota cerdas. Pada penilaian di level integratif oleh Kominfo dan IPB, Kota Bandung masuk menjadi salah satu dari 100 Kota sebagai percontohan Kota menuju Kota cerdas.
Salah satu indikator penilaian Kota cerdas ialah mengenai, Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) atau sering disebut E-Government. Target penilaian SPBE Kota Bandung di angka 3,25, dan tercapai di 3,19.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Khairullah mengapresiasi kinerja Diskominfo, dan meminta Diskominfo memperbanyak pemasangan CCTV demi keamanan warga di Kota Bandung. “Sebagaimana, masukan dari kepolisian adalah faktor keamanan harus memperbanyak CCTV yang saat ini masih kurang,” kata Khairullah.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Riantono, S.T., M.Si, dalam kesempatan yang sama menyatakan, target inovasi SPBE dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, sehingga memerlukan anggaran yang sesuai.
“Target 2023 ini 3,35. Jika dilihat kenaikannya 0,05 poin dari tahun ke tahun, jika lihat 2021 nilainya 3,25, dari target 2021 3,25 yang tercapai realisasinya 3,19, maka tidak tercapai 0,06 poin. Untuk target 2022 harus menambah 0,11. Apa 0,11 ini setara atau tidak dengan anggaran yang diajukan. Jika setara, jangan berharap target akan tercapai, karena 1 angka saja sangat berarti dalam pembangunan smart city,” katanya.
Untuk itu pihaknya meminta Diskominfo memanfaatkan cara kolaborasi agar target RPJMD terealisasi dengan baik.
“Dengan menganggarkan pengadaan teknologi memang sesuatu yang mahal, maka perlu hal yang praktis sesuai target RPJMD, maka perlu kolaborasi dengan pemangku atau pakar yang sudah ahli. Jika masalah kemacetan masih belum teratasi dengan aplikasi yang kita buat, dan masyarakat tetap saja melihat jalan alternatif melalui aplikasi Google Maps, mungkin kita bisa kolaborasi dengan itu,” tambah Riantono.
Selain itu, menurut anggota Komisi A lainnya, Erick Darmadjaya, mengatakan pengembangan teknologi tidak hanya menyiapkan anggaran besar, namun memerlukan kreativitas.
“Tidak hanya menyiapkan anggaran yang besar tapi dibarengi dengan kreativitas, jika 10 tahun lalu sudah mulai TV internet, di kita ini belum ada. Kita bisa memulai dari komunikasi kepada masyarakat dari dinas itu cukup satu pintu, terintegrasi,” tegas Erick. (**)
BRI Gandeng Gereja di Bandung Salurkan Ratusan Paket Sembako bagi Masyarakat Rentan
BRI Perkuat Sinergi dengan Lapas Banjar Lewat Bantuan Ambulans Program TJSL
BRI dan TNI Perkuat Kolaborasi Sosial Lewat Renovasi Masjid Annur di Kodim 0605 Subang
BRI Genjot Pembiayaan Properti dan Otomotif Lewat Consumer Expo 2026 di Bandung
Cashback hingga Kartu Debit FC Barcelona Jadi Magnet BRI di Indomaret Fun Bike 2026
BRI Perkuat Digitalisasi Transaksi Merchant di Bandung Lewat Program Merchant Lucky Ride
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa