Bamsoet usai nge-vlog bersama raja Tato Indonesia Hendric Shinigami untuk konten akun youtube Bamsoet Channel, di Kawasan Kelapa Gading Jakarta, Minggu (6/9/2029). Foto :Isitmewa.
JAKARTA, FORMASNEWS.COM – Usaha studio tato kian menggeliat seiring makin banyaknya masyarakat yang suka menggambari tubuhnya. Seniman tato handal, Hendric Shinigami mengamini hal tersebut. “Penggemarnya semakin banyak tiap tahunnya,” kata Hendric. Menurutnya, beberapa konsumen ingin menato tubuhnya karena ikut-ikutan teman. Atau memang mereka benar-benar suka dengan seni tato.
Ketua MPR RI mengungkapkan pada dasarnya budaya tato telah lama mengakar dalam kehidupan bangsa Indonesia. Setidaknya ada tiga suku yang memiliki kearifan lokal mentato tubuhnya, antara lain Suku Mentawai, Suku Dayak, dan Suku Moi. Bahkan tradisi mentato tubuh di Suku Mentawai termasuk yang tertua di dunia. Dimulai sejak 53 tahun sebelum masehi (53 tahun SM). Sebagian besar suku mentato tubuhnya sebagai bagian dari peribadatan serta penanda status sosial di kelompok masyarakat.
“Di dekade 1980-an, tato terdegradasi menjadi simbol kriminalitas lantaran banyaknya penjahat yang bertato. Bahkan pernah geger kehadiran Petrus (penembak misterius) yang menyasar orang-orang bertato. Seiring berjalannya waktu, image tersebut luntur. Tato kini menjadi bagian dari seni dan gaya hidup. Banyak orang mentato tubuhnya untuk menegaskan sebuah prinsip hidup. Namun sebagai muslim, dalam ajaran agama saya, tato dilarang,” ujar Bamsoet usai nge-vlog bersama raja Tato Indonesia Hendric Shinigami untuk konten akun youtube Bamsoet Channel, di Kawasan Kelapa Gading Jakarta, Minggu (6/9/20).
Bamsoet sengaja kali ini mengangkat tema bisnis tato di tengah pandemi cobid-19, dan mencoba mendalaminya mengapa banyak kalangan suka tubuhnya di tato. Pandemi covid-19 ternyata tidak terlampau ngefek bagi bisnis gambar tubuh ini. Paling tidak dari penjelasan Hendric, konsumennya sudah antri hingga akhir tahun ini. “Karena ini kerja seni, maka untuk mendapatkan hasil yang maksimal tidak bisa tergesa-gesa. Sama seperti melukis,” jelas Hendric.
Ketua DPR RI ke-20 ini menilai, Hendric Shinigami termasuk seniman tato luar biasa. Ia tidak mentato sembarangan orang. Sebelum mentato, ia menanyakan terlebih dahulu alasan kenapa seseorang ingin mentato tubuhnya. Jika tidak masuk akal, Hendric bahkan tak segan menolaknya.
“Membuat tato di tubuh tidak melanggar peraturan. Namun secara agama Islam, ada larangan. Sehingga dikembalikan kepada keyakinan masing-masing pemeluk agamanya. Karenanya, siapapun yang ingin mentato tubuh, sebaiknya dipikirkan secara matang. Walaupun sudah ada layanan menghapus tato, namun bekasnya tidak bisa hilang sama sekali,” tutur Bamsoet. (Arse)
Pos UKK Adem Ayem Indramayu Raih Penghargaan Pos UKK Terbaik Jawa Barat pada HKN ke-61
Melalui Program TJSL, BRI Peduli Laksanakan BRINita di Griya Hijau Hidroponik
YBM BRILian Gelar Lagi Khitanan Massal Serentak di Tiga Lokasi
BRI Bersama YBM BRILian Region 9 Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana di Cisolok dan Cikakak
Program Desa BRILian Salah Satu Bukti Nyata BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
BRI Renovasi SDN Kebon Kai Girang
Sambut Hari Santri 2025, BRI dan YBM BRILiaN Gelar Khitanan Massal di Jatibarang
Melalui YBM BRILiaN, BRI Salurkan Program WASH di Desa Celak
Perkuat Sinergi, BRI Sukabumi Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari Sukabumi Tentang Penanganan Masalah Hukum
Pasar Kosambi dan Bank Sampah KB Soka Terima Bantuan Program ‘Yok Kita GAS’ dari BRI Peduli
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa