Komisi III DPRD Kota Bandung menggelar rapat dengan Disdamkarmat dan DSDABM Kota Bandung, di Ruang Rapat Badan Musyawarah, (Selasa, 24 Februari 2026). (Robby/Humpro DPRD Kota Bandung)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung melalui Komisi III menyoroti serius persoalan infrastruktur dan kesiapsiagaan kebakaran dalam rapat kerja bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Selasa, 24 Februari 2026.
Rapat evaluasi program 2025 dan rencana kerja 2026 ini dipimpin Ketua Komisi III, Agus Hermawan, bersama jajaran anggota komisi. Sejumlah persoalan mendasar mencuat, mulai dari kualitas jalan yang dinilai masih buruk, sistem drainase yang belum optimal, hingga kesiapan layanan pemadam kebakaran di Bandung.
Anggota Komisi III, Iqbal Mohamad Usman, menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas jalan dan percepatan pembangunan drainase. Menurutnya, dua aspek ini menjadi kunci dalam mengurangi risiko kerusakan infrastruktur sekaligus mengantisipasi banjir.
Sorotan tajam juga datang dari H. Andri Rusmana yang menilai persoalan klasik seperti banjir, jalan rusak, dan drainase masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah kota. Ia mengingatkan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan lemahnya realisasi program, serta mendorong pelibatan DPRD dalam fungsi pengawasan agar lebih optimal.
Sementara itu, Aan Andi Purnama menyoroti rendahnya kualitas jalan dan trotoar di sejumlah titik. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Dinas Pemadam Kebakaran, termasuk pemenuhan target waktu respons di bawah 15 menit, serta kebutuhan alat dan peningkatan keterampilan petugas yang harus menjadi prioritas anggaran.
Isu banjir turut menjadi perhatian utama. Nunung Nurasiah mendesak penanganan cepat di wilayah Bandung Timur yang kerap terdampak genangan. Senada, Yoel Yosaphat mengingatkan pentingnya penyediaan fasilitas pendukung seperti hydrant untuk mendukung kinerja pemadam kebakaran.
Di sisi lain, Nina Fitriana Sutadi menekankan pentingnya pembangunan trotoar inklusif yang ramah bagi semua kalangan, dengan kualitas material yang terjaga agar tidak cepat rusak.
Menutup rapat, Agus Hermawan menegaskan bahwa karakter geografis Bandung sebagai wilayah cekungan membuat kota ini rentan terhadap genangan air. Ia mendorong penguatan sistem resapan air dan perbaikan drainase sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir.
Dengan beragam catatan kritis tersebut, Komisi III menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan publik, agar pembangunan di Kota Bandung berjalan lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan. (red)
Ribuan Aset BRI Dibuka untuk Masyarakat, Gebyar Lelang 2026 Digelar Serentak
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa