(Foto Istimewa).
BANDUNG, FORMASNNEWS.COM- Dinas Kesehatan Kota Bandung mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dengan memanfaatkan layanan psikolog klinis yang kini telah tersedia di 12 puskesmas. Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi langkah preventif agar masyarakat dapat memperoleh bantuan psikologis sejak dini, sebelum masalah kesehatan jiwa berkembang menjadi lebih berat.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTKJ) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Girindra Warhana mengatakan, layanan psikolog klinis di puskesmas merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat Kota Bandung.
“Mudah-mudahan layanan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kalau sebelumnya banyak warga yang belum mengetahui adanya layanan psikolog di puskesmas, sekarang informasi ini bisa disebarluaskan kepada keluarga, teman, maupun tetangga. Kami ingin masyarakat memanfaatkan layanan ini sejak dini, bukan menunggu sampai mengalami masalah kesehatan mental yang berat,” ujarnya dalam Talkshow Sonata yang disiarkan bersama PR FM, Selasa 9 Juni 2026.
Girindra menjelaskan, saat ini dari total 80 puskesmas di Kota Bandung, sebanyak 12 puskesmas telah memiliki layanan psikolog klinis. Keberadaan 12 puskesmas tersebut telah dipetakan untuk mewakili wilayah-wilayah tertentu sehingga dapat menjadi pusat rujukan bagi masyarakat di sekitarnya.
Adapun 12 puskesmas yang telah menyediakan layanan psikolog klinis yakni Puskesmas Babakan Sari, Garuda, Ibrahim Adjie, Cibuntu, Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Sukarasa, Pasirkaliki, Salam, dan Cipadung.
Menurutnya, masyarakat Kota Bandung dapat mengakses layanan di puskesmas tersebut meskipun berdomisili di wilayah lain yang belum memiliki psikolog klinis. Ke depan, Dinas Kesehatan akan terus melakukan evaluasi dan berupaya menambah jumlah puskesmas yang menyediakan layanan serupa.
“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, DPRD maupun masyarakat. Jika hasil evaluasi menunjukkan manfaat yang baik dan kebutuhan masyarakat terus meningkat, tentu kami ingin memperluas layanan ini di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Girindra menambahkan, keberadaan psikolog klinis di puskesmas juga memiliki dasar hukum yang jelas melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas. Regulasi tersebut mengatur kehadiran tenaga psikolog klinis sebagai bagian dari pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari tiga program prioritas Pemerintah Kota Bandung di bidang kesehatan mental, yakni program kesehatan mental di sekolah, program kesehatan mental berbasis kewilayahan, serta penyediaan layanan psikolog klinis di puskesmas.
Sementara itu, Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Bandung, Endang Pregiwatiningsih menyatakan, kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
“Menjaga kesehatan fisik itu penting, tetapi kesehatan jiwa juga sama pentingnya. Sama seperti kita rutin memeriksakan kesehatan gigi atau kesehatan tubuh lainnya, kesehatan mental juga perlu dijaga. Mencari bantuan psikolog bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Endang mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap layanan kesehatan jiwa dan mulai terbuka terhadap pentingnya konseling maupun dukungan psikologis.
Menurutnya, layanan kesehatan jiwa sebenarnya telah tersedia di seluruh puskesmas di Kota Bandung, sementara layanan psikolog klinis saat ini baru tersedia di 12 puskesmas.
Ia mengungkapkan bahwa peningkatan layanan kesehatan mental didorong oleh tren kenaikan kasus gangguan jiwa dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun dari 80 puskesmas di Kota Bandung, jumlah kasus orang dengan gangguan jiwa berat terus meningkat dari 4.261 kasus pada 2022 menjadi 5.272 kasus pada 2025.
Selain gangguan jiwa berat, berbagai masalah kesehatan mental lainnya seperti depresi, kecemasan, gangguan tidur, hingga gangguan bipolar juga menunjukkan tren peningkatan dalam periode yang sama.
“Data menunjukkan bahwa masalah kesehatan jiwa terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, diperlukan penanganan yang lebih komprehensif agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan lebih cepat dan lebih mudah. Kehadiran psikolog klinis di puskesmas menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Melalui penguatan layanan kesehatan mental di tingkat puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Bandung berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan akses bantuan psikologis, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang sehat secara fisik maupun mental.
“Sehat fisik dan sehat jiwa adalah satu kesatuan. Harapannya, seluruh warga Kota Bandung dapat hidup lebih sehat, lebih bahagia, dan tidak ragu untuk mencari bantuan ketika membutuhkan dukungan kesehatan mental,” pungkas Endang.(tiw)
BRI Perkuat Digitalisasi Transaksi Merchant di Bandung Lewat Program Merchant Lucky Ride
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa