Komisi III DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja bersama Dinas Perhubungan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, di Ruang Rapat Bamus DPRD Kota Bandung, Kamis, 19 Februari 2026. (Indra/Humpro DPRD Kota Bandung)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung melalui Komisi III menyoroti potensi dampak sosial ekonomi dari implementasi Bus Rapid Transit (BRT) yang tengah disiapkan pemerintah daerah. Dalam rapat kerja bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung, dewan menekankan pentingnya perlindungan bagi kelompok masyarakat terdampak.
Rapat yang digelar di Ruang Bamus DPRD itu tak hanya membahas evaluasi program 2025 dan rencana 2026, tetapi juga menggarisbawahi risiko yang dihadapi para juru parkir dan pengemudi angkutan kota akibat perubahan sistem transportasi di Bandung.
Komisi III menilai, kehadiran BRT sebagai solusi transportasi massal memang strategis untuk mengurai kemacetan. Namun di sisi lain, perubahan pola transportasi berpotensi menggerus mata pencaharian sektor informal yang selama ini bergantung pada sistem transportasi konvensional.
Karena itu, DPRD meminta pemerintah kota tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan operasional BRT, tetapi juga menyiapkan skema kompensasi yang konkret, adil, dan tepat sasaran. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memastikan transisi menuju sistem transportasi modern berjalan tanpa gejolak.
Di tengah perhatian terhadap dampak sosial, Komisi III juga mencatat adanya peningkatan anggaran Dinas Perhubungan pada 2026 menjadi Rp337 miliar, termasuk untuk subsidi operasional BRT. Sementara itu, sektor perumahan tetap mempertahankan target perbaikan 2.500 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui optimalisasi dukungan pemerintah pusat dan kolaborasi CSR.
Dengan menempatkan aspek sosial sebagai bagian penting dari kebijakan transportasi, DPRD berharap pembangunan BRT di Bandung tidak hanya menyelesaikan persoalan kemacetan, tetapi juga tetap berpihak pada keberlanjutan ekonomi masyarakat kecil. (red)
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa