Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berbelasungkawa atas bertambahnya jumlah saudara sebangsa yang wafat akibat terpapar virus Covid-19,Kamis (22/7/2021). Foto :Ist.
JAKARTA, FORMSNEWS.COM – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berbelasungkawa atas bertambahnya jumlah saudara sebangsa yang wafat akibat terpapar virus Covid-19. Baik yang meninggal di rumah sakit maupun saat isolasi mandiri (isoman) di rumah dan tempat lainnya. Data LaporCovid-19 mencatat setidaknya ada 712 pasien isolasi mandiri yang wafat.
“Kondisi ini, menjadi fenomena baru seiring meluasnya lonjakan kasus Covid-19. Paling banyak terdapat di Jawa Barat sebanyak 248 orang, Daerah Istimewa Yogyakarta 134 orang, Jawa Tengah 114 orang, Jawa Timur 72 orang, Banten 68 orang, dan DKI Jakarta 53 orang, sisanya di luar Jawa,” ujarnya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk 6 ribu pelajar dan masyarakat umum, di Garden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/7/2021).
Dikatakan Bamsoet, dengan adanya tanda warga yang isoman bisa terpantau oleh tetangga dan lingkungan sekitar. Misalnya menggunakan bendera berwarna, sehingga menjadi tanda bahwa di rumah atau tempat tersebut sedang digunakan oleh warga untuk isoman. Termasuk menginformasikan berapa jumlah warga yang sedang isoman di rumah atau tempat tersebut,” tuturnya.
Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, warga yang isoman juga harus melaporkan dirinya kepada Ketua RT setempat melalui whatsapp ataupun media komunikasi lainnya. Sehingga RT dan Satgas Covid-19 setempat bisa memantau secara berkala, termasuk memberikan bantuan kepada warga yang isoman.
“Tidak perlu menutupi informasi diri jika terpapar virus Covid-19. Justru dengan membuka diri dan menginformasikan kepada lingkungan sekitar, kita bisa mencegah hal buruk terjadi,” jelas Bamsoet.
Sesuai dengan informasi Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, pasien isoman harus rutin melakukan pemeriksaan mandiri terhadap dirinya. Hasilnya, sebaiknya juga dilaporkan kepada keluarga dan Ketua RT setempat.
“Pemeriksaan itu meliputi suhu tubuh dan saturasi oksigen. Jika suhunya diatas 39 derajat celcius, serta saturasi oksigennya turun kurang dari 93 dan terus menurun hingga dibawah 90, pasien harus berhati-hati. Keluarga bersama Ketua RT dan Satgas Covid-19 setempat harus mulai mempersiapkan diri membawa pasien ke rumah sakit. Jika telat, akibatnya bisa fatal,” terang Bamsoet. (**)
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa