Rektor USB YPKP Bandung Prof. Diana Sari (kedua dari kanan) bersama jajaran pimpinan kampus saat pembukaan PKKMB 2026 di Gedung Serba Guna USB YPKP Bandung, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Istimewa)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung mulai memperkuat arah pengembangan kampus dengan menggabungkan agenda keberlanjutan lingkungan dan internasionalisasi pendidikan. Langkah tersebut terlihat dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang diikuti 894 mahasiswa baru.
PKKMB yang digelar di Gedung Serba Guna USB YPKP Bandung, Sabtu (19/9/2026), mengusung tema “Generasi Berdampak yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045.”
Selain memperkenalkan kehidupan akademik kepada mahasiswa baru, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi USB YPKP untuk memperkenalkan sejumlah agenda pengembangan kampus, mulai dari Green Campus hingga perluasan jejaring pendidikan internasional.
Rektor USB YPKP Bandung, Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D., mengatakan kampus tidak ingin pendidikan mahasiswa hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Menurutnya, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, membangun kolaborasi, serta menjaga integritas.
“Sebagai mahasiswa USB YPKP, saudara diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun kolaborasi, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap tindakan,” ujar Prof. Diana.
Komitmen tersebut juga diarahkan pada pembangunan budaya kampus yang lebih ramah lingkungan. USB YPKP mulai mendorong kebiasaan sederhana di lingkungan kampus, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tumbler, memilah sampah, menjaga kebersihan, serta menghemat energi dan air.
“Kita selalu gaungkan USB menuju Green Campus. Sekarang kita tidak memakai minuman kemasan, kita menjaga lingkungan, memilah sampah, dan mewajibkan mahasiswa untuk menggunakan tumbler,” katanya.
Prof. Diana mengungkapkan, USB YPKP ke depan menargetkan dapat mengikuti UI GreenMetric agar berbagai program keberlanjutan yang dilakukan kampus dapat dinilai secara lebih terukur.
Di sisi lain, penguatan internasionalisasi juga menjadi salah satu perhatian USB YPKP. Wakil Rektor III USB YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., menyebut terdapat tujuh mahasiswa internasional yang bergabung pada tahun ini.
Mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah negara dan mengikuti beberapa program studi. Di antaranya mahasiswa Magister Manajemen dari Somalia serta mahasiswa Teknik Informatika dari Kenya dan Sudan. Mahasiswa internasional lainnya tersebar di program studi pada Fakultas Ekonomi, Administrasi Bisnis, dan Komunikasi.
“Tahun ini ada tujuh mahasiswa internasional,” ujar Dr. Nurhaeni.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menjadi bagian dari upaya USB YPKP memperluas lingkungan akademik yang memiliki perspektif global. Kampus juga masih menjajaki potensi kerja sama dengan sejumlah negara lainnya.
Ketua Yayasan YPKP, Prof. Dr. H. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., CHRM., mengatakan internasionalisasi menjadi salah satu aspek yang terus dikembangkan USB YPKP di tengah tantangan perguruan tinggi swasta.
Ia menyebut tahun ini USB YPKP telah menerima mahasiswa asal Somalia. Sementara peluang kerja sama dengan Korea masih dalam tahap penjajakan karena berkaitan dengan kesiapan program studi dan kurikulum.
“Sebetulnya kita juga ada potensi dengan Korea, namun karena kesiapan kita belum bisa menerima mahasiswa dari Korea terkait prodi dan kurikulumnya, masih sedang dijajaki. Insya Allah ke depannya akan lebih baik,” katanya.
Menurut Prof. Ricky, tantangan lain yang dihadapi perguruan tinggi swasta adalah kecenderungan penurunan penerimaan mahasiswa. Kondisi tersebut, katanya, terjadi di sejumlah perguruan tinggi swasta di Jawa Barat.
Meski demikian, USB YPKP memiliki sejumlah program yang mendukung akses pendidikan, termasuk beasiswa KIP yang disebut mencapai hampir 69 persen serta program Bakti Sangga Buana sekitar 30 persen.
Sementara itu, sebanyak 894 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB tahun ini diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem kampus tersebut.
Pesan serupa disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melalui tayangan video dalam rangkaian PKKMB. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada proses belajar di ruang kelas, tetapi mampu memberikan dampak bagi masyarakat dan bangsa.
“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa. Untuk itu, bermimpilah besar, beranilah melangkah, berkaryalah tanpa henti,” kata Brian.
PKKMB USB YPKP 2026 pun menjadi awal perjalanan 894 mahasiswa baru untuk memasuki kehidupan perguruan tinggi sekaligus mengenal visi kampus dalam membangun generasi yang adaptif, kolaboratif, berintegritas, peduli lingkungan, dan memiliki wawasan global. (red)
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa