Ketua BAZNAS Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharudin, M.M.Pd., menyampaikan sambutan dalam Pertemuan Silaturahmi Pimpinan BAZNAS Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat di Pesantren Sains & Teknologi Darul Hikam, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (11/9/2026). (Foto: Istimewa)
KAB. BANDUNG BARAT, FORMASNEWS.COM – Potensi zakat di Jawa Barat yang disebut mencapai sekitar Rp30 triliun menjadi peluang besar untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya terhimpun sehingga BAZNAS Jawa Barat mendorong penguatan kolaborasi seluruh BAZNAS kabupaten dan kota.
Upaya itu dibahas dalam Pertemuan Silaturahmi Pimpinan BAZNAS Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat yang digelar di Pesantren Sains & Teknologi Darul Hikam, Jalan Dago Giri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (11/9/2026).
Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpimpinan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Jawa Barat.
Ketua BAZNAS Jabar, Dr. H. Anang Jauharudin, M.M.Pd., mengatakan potensi zakat yang besar harus diikuti dengan kemampuan lembaga dalam meningkatkan penghimpunan sekaligus memastikan dana yang terkumpul memberikan dampak nyata.
Menurutnya, tantangan pengelolaan zakat bukan hanya bagaimana meningkatkan jumlah penghimpunan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat agar semakin banyak muzaki menyalurkan zakat melalui lembaga yang kredibel.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan antarpimpinan, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta membangun langkah bersama agar potensi zakat di Jawa Barat dapat dikelola semakin optimal dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat,” ujar Anang.
Ia menilai, optimalisasi potensi zakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari penguatan literasi zakat, peningkatan kualitas pelayanan, pemanfaatan teknologi digital hingga memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.
Jika potensi tersebut mampu dihimpun dan dikelola secara optimal, zakat dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Jawa Barat.
“Kalau potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara optimal, maka dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat Jawa Barat. Zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang membantu mengurangi beban masyarakat sekaligus membuka peluang agar mustahik dapat tumbuh menjadi lebih mandiri,” katanya.
Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Barat, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Ia memberikan materi terkait target dan strategi optimalisasi penghimpunan zakat untuk 2026–2027.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan pentingnya memperkuat peran BAZNAS di setiap daerah. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan zakat membutuhkan sinergi berjenjang mulai dari BAZNAS RI, BAZNAS provinsi hingga BAZNAS kabupaten/kota.
“BAZNAS di daerah harus menjadi lembaga yang semakin kuat, profesional, dan dipercaya masyarakat. Sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota menjadi kunci agar potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara lebih efektif,” ujar Sodik.
Sodik juga mengingatkan agar peningkatan penghimpunan tidak mengabaikan kualitas tata kelola. Dana yang dipercayakan masyarakat harus dikelola secara amanah, profesional dan transparan, kemudian disalurkan melalui program yang benar-benar memberikan manfaat.
“Zakat harus dikelola dengan prinsip amanah, profesional, transparan, dan berdampak. Ketika masyarakat melihat bahwa zakat yang mereka tunaikan benar-benar memberikan manfaat, kepercayaan kepada lembaga zakat akan semakin tumbuh,” tuturnya.
BAZNAS Jabar memandang dana ZIS memiliki ruang pemanfaatan yang luas untuk mendukung masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, zakat dapat diarahkan untuk program pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah dan pemberdayaan.
Karena itu, Anang menegaskan bahwa ukuran keberhasilan BAZNAS tidak semata-mata dilihat dari besarnya dana yang berhasil dihimpun.
“Orientasi kita bukan hanya menghimpun sebanyak-banyaknya, tetapi memastikan setiap dana yang dipercayakan oleh muzaki memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pertemuan seluruh pimpinan BAZNAS kabupaten dan kota se-Jawa Barat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesatuan langkah dalam mengembangkan ekosistem zakat di daerah.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, BAZNAS berharap potensi zakat Jawa Barat dapat dihimpun lebih optimal dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan mustahik. (red)
Ribuan Aset BRI Dibuka untuk Masyarakat, Gebyar Lelang 2026 Digelar Serentak
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa