Wakil Rektor III USB YPKP Bandung, Dr. Nurhaeni Sikki, S.AP., M.AP., saat menjadi narasumber dalam Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, Kamis (3/9/2026). (Foto: Istimewa)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung tidak ingin mahasiswanya hanya unggul di ruang kelas. Tahun ini, kampus tersebut mendorong mahasiswa untuk berani keluar dari lingkungan akademik dan menguji kemampuan mereka di panggung internasional.
Sebanyak 14 mahasiswa USB YPKP Bandung mendapat kesempatan mengikuti tiga program internasional di Malaysia dan Rusia. Mereka tidak hanya membawa nama almamater, tetapi juga menjadi representasi Indonesia dalam berbagai forum global.
Wakil Rektor III USB YPKP Bandung, Dr. Nurhaeni Sikki, S.AP., M.AP., mengatakan pengalaman internasional menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki wawasan luas, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan bersaing di lingkungan global.
Hal itu disampaikan Nurhaeni saat menjadi narasumber dalam Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, Kamis (3/9/2026).
“Ini bukan hanya membawa nama kampus, tapi juga nama Indonesia,” tegas Nurhaeni.
Dari 14 mahasiswa tersebut, sembilan mahasiswa mengikuti ASEAN Student Experiential Mobility Programme (ASEMO) 2026 di Malaysia. Program yang diprakarsai Universiti Utara Malaysia (UUM) itu mempertemukan mahasiswa dari delapan negara ASEAN, yakni Malaysia, Indonesia, Kamboja, Filipina, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Brunei Darussalam.
Kesempatan tersebut menjadi semakin menarik karena mahasiswa USB dapat mengikuti program tanpa biaya program. Dukungan itu dimungkinkan berkat kerja sama yang telah dibangun USB YPKP Bandung dengan UUM.
“Programnya sendiri itu gratis karena USB sudah menjalin kerja sama dengan UUM,” ujar Nurhaeni.
Selama dua pekan, mahasiswa tidak sekadar mengikuti aktivitas akademik. Mereka mendapatkan pengalaman mengenai leadership, lintas budaya, pengabdian masyarakat internasional, serta menyelesaikan proyek kolaboratif bersama peserta dari negara lain.
Sembilan delegasi USB dalam ASEMO 2026 yakni Errvynno Marchiani, Fadiah Nurul Aidah, Sabila Fariha Anjainah, Rinjelia Pebriani, Erlangga Yuda Pratama, Anita Salvadina, Syukur Al Ghifari, Siti Arba Sopianti, dan M Sauzan Rizki A.
USB juga membuka kesempatan lebih panjang melalui program Student Exchange di Malaysia. Tiga mahasiswa, yakni Siti Nur Aisyah dari S1 Administrasi Bisnis, serta Andika Saputra dan Salman Hidayatullah dari S1 Manajemen, akan menjalani pendidikan selama satu semester di Malaysia.
Menariknya, ketiga mahasiswa tersebut tidak dikenakan biaya pendidikan di perguruan tinggi tujuan. Mereka hanya perlu menyiapkan biaya perjalanan dan visa, sementara Yayasan dan lembaga USB turut memberikan dukungan hingga 50 persen biaya keberangkatan.
Bagi Nurhaeni, dukungan tersebut merupakan bentuk investasi kampus terhadap masa depan mahasiswa.
Selain Malaysia, panggung internasional juga membawa mahasiswa USB hingga Rusia. Dua mahasiswa, Sonya Edhie Peath Fourjune dari S1 Ilmu Komunikasi dan Maylani Putri Dewanti dari S1 Manajemen, berhasil lolos mengikuti International Festival of Youth.
Keduanya akan bergabung dengan pemuda dari berbagai negara dalam forum yang menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus membangun jejaring internasional.
Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, mahasiswa harus melalui proses seleksi. Karena itu, lolosnya dua mahasiswa USB menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi di Bandung memiliki peluang untuk bersaing dalam forum global.
Nurhaeni menjelaskan, USB menerapkan sejumlah standar sebelum mengirim mahasiswa ke luar negeri. Untuk program ASEMO, misalnya, mahasiswa harus memiliki IPK di atas 3,00 dan kemampuan bahasa Inggris yang baik.
“Kami tidak sembarangan mengirim mahasiswa,” katanya.
Menurut dia, pengalaman internasional juga memberikan nilai tambah bagi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Sertifikat dan pengalaman mengikuti program luar negeri dapat menjadi bagian dari portofolio ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi USB YPKP Bandung dalam memperkuat internasionalisasi kampus. Setelah Program Studi Akuntansi dan Manajemen meraih akreditasi Unggul, USB ingin terus mengisinya dengan berbagai program yang memiliki standar dan jejaring internasional.
“Unggul bukan berarti kami berhenti. Justru dengan unggul ini, kami harus mengisi dengan program-program internasional,” tutur Nurhaeni.
Tak hanya mengirim mahasiswa ke luar negeri, USB juga mulai menyiapkan diri untuk menerima mahasiswa dari negara lain. Kampus tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Korea Selatan melalui Busan Indonesia Center.
Rencana membangun kelas internasional dan dormitory juga mulai disiapkan. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat mendukung kehadiran mahasiswa asing yang memilih Bandung sebagai tempat menempuh pendidikan.
“Kita sudah punya tanahnya, tinggal menunggu investor atau hibah untuk membangunnya,” ujarnya.
Di sisi lain, penguatan jejaring USB YPKP Bandung juga terus dilakukan di tingkat lokal. Dalam kesempatan yang sama, Dr. Nurhaeni Sikki mewakili USB YPKP Bandung menandatangani Implementation Arrangement dengan Pokja PWI Kota Bandung yang diteken langsung Ketua Pokja PWI Kota Bandung, Zaenal Ihsan.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah lanjutan dari kerja sama akademik yang telah berjalan selama delapan tahun. Melalui Implementation Arrangement, USB YPKP Bandung dan Pokja PWI Kota Bandung berkomitmen memperkuat kolaborasi yang selama ini telah terbangun.
Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa internasionalisasi USB YPKP Bandung tidak berhenti pada pengiriman mahasiswa ke luar negeri. Kampus juga tengah membangun ekosistem pendidikan yang menghubungkan mahasiswa dengan dunia internasional, memperluas jejaring kelembagaan, sekaligus membuka peluang agar mahasiswa asing datang belajar di Bandung.
Bagi USB YPKP Bandung, 14 mahasiswa yang kini melangkah ke Malaysia dan Rusia bukan sekadar peserta program internasional. Mereka menjadi bagian dari upaya kampus membuktikan bahwa mahasiswa perguruan tinggi di daerah juga mampu membawa nama Indonesia ke panggung dunia. (red)
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
BRI Peduli Serahkan Ambulans ke Polres Kuningan, Perkuat Layanan Darurat untuk Masyarakat
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa