PTM Bisa Dilaksankan Sekolah Akan Siapkan Satgas Pebelajaran COvid-19 . (Foo :Ist)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Rencana Pembelajar Tatap (PTM) bagi para siwa SD dan SMP, dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung sesuai yang ditargetkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar Sekolah bisa memulai PTM pada bulan Juli 2021. Disdik Kota Bandung, sudah menyiakan sejak Desember 2020 terkait persiapan PTM.
“Yaitu dengan menggulirkan daftar periksa kepada seluruh sekolah melalui laman dapodik. Selai itu juga, semuanya sudah mengisi daftar periksa dan kami sudah mengecek, hampir sebagian banyak sekolah-sekolah di Kota Bandung dalam keadaan siap melaksanakan PTM, tapi tetap menunggu kebijakan Pemerintah,” ujar Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto pada kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (9/3/2021).
Dikatakan Bambang, pihaknha juga mengaku telah menyusun skenario untuk para siswa yang akan memulai PTM, selain dari kesepakatan antara Sekolah, Komite Sekolah, Orang Tua, dan Siswa. “Kita siapkan tiga skenario, pertama 10-25 persen maksimal untuk masa uji coba atau masa simulasi berlangsung kurang lebih satu sampai empat minggu,” katanya.
Lebih lnjut ia menyatakan, dimasa transisi sekarang ini, jika sudah dianggap aman dalam dua bulan kita menyiapkan maksimal 50 persen siswa boleh ke sekolah, yang lainnya di rumah. Dalam kegiatan itu nantinya, akan diterapkan metode blended learning, ada campuran antara daring dan PTM. “Kemudian setelah itu, baru Adaptasi kebiasaan baru 50-100 persen itu pun pertimbangannya tergantung penyebaran Covid-19 di tiap wilayah di Kota Bandung, dengan konsultasi ke Satgas Covid-19,” tuturnya.
Bambang pun menilai idealnya KBM memang harus dilakukan dengan tatap muka karena terjadi interaksi antara guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa. Siswa pun bisa langsung konsultasi dengan gurunya, atau menyampaikan ide serta gagasan yang kritis. “Harusnya masa-masa jam 7 sampai jam 12 itu anak belajar mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan, tapi kemudian ketika ruang dan waktu seperti itu tidak ada yang melihat, maka saya katakan terjadi lost cognisi,” katanya.
Terkait kesiapan sekolah, Bambang pun mengatakan pihak sekolah bisa memanfaatkan dana BOS untuk mempersiapkan sarana dan prasarana, terutama dalam pengadaan standar protokol kesehatan.
“Bila PTM bisa dilaksanakan, di sekolah juga akan disiapkan seperti satgas pembelajaran, satgas pengamanan, dan protokol kesehatan itu semua sudah disiapkan, hingga pengaturan jadwal masuk dan pulang yang tidak berbarengan. Begitu masuk itu akan disosialisasikan ke sekolah, agar tidak terjadi kerumunan, seperti jalur masuk dan keluar, tanda silang di serambi, jaga jarak para siswanya,” tegasnya. (Sisi/Yat)
BRI Gandeng Gereja di Bandung Salurkan Ratusan Paket Sembako bagi Masyarakat Rentan
BRI Perkuat Sinergi dengan Lapas Banjar Lewat Bantuan Ambulans Program TJSL
BRI dan TNI Perkuat Kolaborasi Sosial Lewat Renovasi Masjid Annur di Kodim 0605 Subang
BRI Genjot Pembiayaan Properti dan Otomotif Lewat Consumer Expo 2026 di Bandung
Cashback hingga Kartu Debit FC Barcelona Jadi Magnet BRI di Indomaret Fun Bike 2026
BRI Perkuat Digitalisasi Transaksi Merchant di Bandung Lewat Program Merchant Lucky Ride
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa