Seorang warga sedang di tes kesehatan yang meminta KTP dan KK di Kecamatan Cidadap Kota Bandung, Selasa (31/3/2020). Foto : Istimewa.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Di tengah pembatasan aktivitas dan imbauan untuk berdiam diri di rumah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat. Ditingkat kewilayahan, pelayanan di kecamatan tetap buka dan hanya terdapat sejumlah penyesuaian.
Seperti di Kecamatan Cidadap, masih ada masyarakat yang datang untuk meminta pelayanan kelengkapan administrasi. Pihak kecamatan tetap memberikan pelayanan sekalipun sejumlah pegawainya Work From Home (WFH). Sedangkan jam operasional pelayanan disesuaikan mulai dari pukul 08.00 WIB-12.00 WIB. Sementara petugas lainnya tetap bekerja hingga pukul 16.30 WIB.
“Mayoritas pelayanan warga meminta KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga). Kalau yang lainnya relatif sedikit,” kata Camat Cidadap, Hilda Hendrawan di kantornya, Selasa (31/3/2020).
Hilda menuturkan, semenjak pemerintah mengeluarkan imbauan social distancing dan physical distancing, kunjungan permintaan layanan ke kecamatan memang mengalami penurunan drastis mencapai 70 persen.
Biasanya, sambung Hilda, kecamatan melayani sekitar 30 orang setiap harinya. Namun, saat ini paling banyak hanya 10 orang. “Berarti warga juga sudah semakin taat mengikuti imbauan pemerintah. Mereka datang karena memang sudah mendesak,” ujarnya.
Mengingat masih memberikan pelayanan, Hilda pun menerapkan standar kesehatan maksimal di kantor kecamatan. Begitu memasuki area kantor kecamatan, warga diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu di tempat yang disediakan tepat didepan pintu masuk.
Kemudian, petugas kecamatan memeriksa suhu tubuh sebelum memasuki ruang pelayanan. Imbauan physical distancing diterapkan di ruang tunggu dengan mengatur jarak tempat duduk.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, seperti di ruang pelayanan karena memang untuk mengatur mengikuti anjuran WHO bangku dibatasi. Memang alhamdulillah di Cidadap penerapan pola ini tidak terlalu sulit karena yang butuh pelayanan tidak terlalu banyak,” terangnya.
Upaya minimalisir kerumunan orang di kecamatan ini juga ditempuh Hilda dengan memaksimalkan petugas Sampurasun, yang tersedia mulai dari tingkat kecamatan hingga di setingkat RT. Petugas inilah yang akan mengantarkan surat, KTP, KK atau produk lainnya dari kecamatan ke masing-masing rumah warga.
“Imbauan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan dipersilahkan menghubungi RT atau RW setempat meminta surat pengantar. Namun jika tidak mendesak, lebih baik ditunda. Apabila mendesak prosedur tetap dilaksanakan dan prosedurnya tidak ada perubahan,” jelasnya.(Imas)
Editor : Yat
BRI dan TNI Perkuat Kolaborasi Sosial Lewat Renovasi Masjid Annur di Kodim 0605 Subang
BRI Genjot Pembiayaan Properti dan Otomotif Lewat Consumer Expo 2026 di Bandung
Cashback hingga Kartu Debit FC Barcelona Jadi Magnet BRI di Indomaret Fun Bike 2026
BRI Perkuat Digitalisasi Transaksi Merchant di Bandung Lewat Program Merchant Lucky Ride
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa