Cafe Walungan kini resmi hadir di Kota Bandung. Cafe ini berada di Jalan Pagarsih, Pinggir Pasar Ulekan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung. Keberadaanya, diresmikan Wali Kota Bandung, Oded M Danial, Sabtu (21/12/2019).
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Cafe di tengah sungai? Sepertinya baru Kota Bandung yang memilikinya. Cafe Walungan kini resmi hadir di Kota Bandung. Cafe ini berada di Jalan Pagarsih, Pinggir Pasar Ulekan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung. Keberadaanya, diresmikan Wali Kota Bandung, Oded M Danial, dengan menyuguhkan kopi kepada warga, Sabtu (21/12/2019).
Dikatakan, Oded untuk pertama kalinya di Indonesia, ada kafe yang hadir di tengah-tengah sungai. Sesuai namanya ‘Cafe Walungan’ yang berarti kafe sungai berada di anak Sungai Citepus tepatnya di kawasan Pagarsih, Kota Bandung. “Alhmdulillah kita meresmikan satu dari 41 sungai yang melintasi Kota Bandung yaitu sungai anak kali Citepus, dan kita resmikan ‘Cafe Walungan,” kata Oded.
Wali Kota Bandung, Oded M Danial, poto bersama dengan warga di Cafe Walungan di Jalan Pagarsih, Pinggir Pasar Ulekan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung, Sabtu (21/12/2019).
Oded berharap dengan adanya ‘Cafe Walungan’ tersebut bisa menjadi spirit bagi warga sekitar untuk membentuk karakter mereka berbudaya terutama budaya cinta lingkungan, budaya bersih lingkungan. “Saya berharap tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai apalagi tinja,” pinta Oded.
Oded mengungkapkan, pembangunan ‘Cafe Walungan’ itu bukan hanya untuk aspek keamanan banjir tetapi juga kenyamanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat terutama kebahagiaan. “Pak camat tolong setiap infrastuktur yang sudah dibangun oleh Pemkot Bandung harus dijaga,” tegasnya.
Tidak hanya di kawasan Pagarsih, berharap, konsep serupa bisa diterapkan di sungai yang lain di Kota Bandung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi menyampaikan, pembangunan kawasan tersebut seluruh menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung. Untuk Biocord sekiytar Rp 196 juta, pembangunan Walungan Cafe Rp 195 juta. Sedangkan tamannya sekitar Rp 146 juta. Total mencapai Rp550 juta.
Sebelumnya Didi telah menjelaskan, aliran air yang jernih di sungai babakan irigasi ini merupakan hasil penyaringan menggunakan Biocord. Yakni sebuah teknologi instalasi yang didatangkan dari Jepang untuk mengubah air sungai kotor dan berbau.
Instalasi Biocord dipasang di bagian hulu sepanjang 15 meter. Kemudian air sungai yang jernih mengaliri area buatan DPU sepanjang 42 meter yang terdiri dari kolam cetek setinggi betis orang dewasa. “Jadi namanya itu Biocord, teknologi dari Jepang. Itu kaya rumah mikroba kena air ditambah udara aktif, nanti aktifnya itu tiga minggu,” jelasnya. (**)
Editor : Yat
BRI Genjot Pembiayaan Properti dan Otomotif Lewat Consumer Expo 2026 di Bandung
Cashback hingga Kartu Debit FC Barcelona Jadi Magnet BRI di Indomaret Fun Bike 2026
BRI Perkuat Digitalisasi Transaksi Merchant di Bandung Lewat Program Merchant Lucky Ride
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa