Anggota Panitia Seleksi Calon Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Pasar Juara, Yogi Suprayogi. (Foto : Ist)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Pembukaan lowongan posisi jajaran direksi Perumda Pasar Juara masih berlangsung hingga 4 Februari 2024. Tiga posisi yang dibutuhkan antara lain Dewan Pengawas, Direktur Utama, dan Direktur Operasional.
Anggota Panitia Seleksi Calon Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Pasar Juara, Yogi Suprayogi menyampaikan, para petinggi direksi tersebut bukan hanya harus menguasai persoalan ekonomi dan bisnis, tapi juga isu sosial.
Sebab menurutnya, Perumda Pasar memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki tata kelola, sehingga dibutuhkan pemimpin yang mampu bertransformasi dengan baik sesuai kebutuhan dan perubahan zaman.
“BUMD harus bisa menjalankan fungsi sosial. Bicara pasar bukan hanya bisnis dan ekonomi, tapi juga ada aspek sosialnya. Tak dipungkiri, ada tingkat kriminal. Diharapkan para calon bisa menghadapi dinamika ini,” ujar kepada awak media, Selasa (23/1/2024)
Dari sisi sosiologi kebijakan, baginya pemimpin direksi Perumda Pasar perlu memahami konteks regulasi pemerintahan. Sebab, ke depannya direksi akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah.
“Ini juga penting, dia harus memahami konteks pemerintahan. Sebab ke depan mereka akan sering berdiskusi dengan pemerintah. Jangan sampai ada inovasi bisnis yang melanggar tata cara bekerja yang ditetapkan dalam regulasi,” tuturnya.
Sehingga, ia mengakui jika posisi krusial ini tak bisa diisi oleh orang yang hanya mencoba-coba atau tak punya kompetensi dalam aspek-aspek yang dibutuhkan.
“Ada beberapa syarat administratif yang harus terpenuhi juga. Seleksi ini tidak ada preferensi. Kami sangat independen dalam menentukan. Persoalan masalah operasional pasar itu kondisinya belum baik. Sehingga posisi ini bukan diperuntukkan bagi orang yang mencoba-coba, tapi harus bisa menangani permasalahan yang ada di pasar,” ungkapnya.
Termasuk transformasi digital yang mau tak mau harus digeluti juga oleh pasar. Menurutnya, transformasi bisnis bukan sesuatu yang harus dilawan. Justru para petinggi direksi pasar perlu melihat potensi ini untuk meningkatkan dividen yang signifikan.
“Ada aplikasi yang bisa jual online. Ini bentuk transformasi bisnis yang tidak bisa dilawan. Perumda Pasar harus bisa mentransformasi budaya ini. Sehingga dividen atau keuntungan yang signifikan. PR-nya cukup banyak memang,” tegas Yogi. (Din)
BRI Genjot Pembiayaan Properti dan Otomotif Lewat Consumer Expo 2026 di Bandung
Cashback hingga Kartu Debit FC Barcelona Jadi Magnet BRI di Indomaret Fun Bike 2026
BRI Perkuat Digitalisasi Transaksi Merchant di Bandung Lewat Program Merchant Lucky Ride
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa