Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Foto: Istimewa)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Kota Bandung saat ini menghadapi tekanan serius dalam pengelolaan sampah. Setiap hari, timbulan sampah mencapai hampir 1.500 ton, sementara kapasitas pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti hanya sekitar 980 ton per hari. Artinya, lebih dari 500 ton sampah belum tertangani setiap harinya.
Wali Kota Bandung M. Farhan mengakui kondisi tersebut membuat sistem pengelolaan sampah kota berada dalam situasi tertekan, terutama karena Bandung tidak memiliki TPA sendiri dan sepenuhnya bergantung pada Sarimukti yang saat ini sudah kelebihan kapasitas.
“Kondisi ini bukan sekadar soal teknis, tapi soal keterbatasan sistem. Ketika timbulan hampir 1.500 ton per hari, sementara kuota pembuangan kurang dari 1.000 ton, maka potensi penumpukan tidak bisa dihindari,” kata Farhan dalam pernyataan persnya, Jumat (17/1/2026).
Pengiriman Sampah Dibatasi
Selain kuota tonase, pengiriman sampah ke Sarimukti juga dibatasi dari sisi ritasi. Kota Bandung hanya diperbolehkan mengirim maksimal 140 rit per hari, sementara kapasitas armada sebenarnya bisa mencapai 154 rit per hari.
“Belasan rit yang tidak bisa berangkat setiap hari inilah yang kemudian menumpuk di TPS atau di jalanan jika tidak segera ditangani,” ujar Farhan.
136 Titik Sampah Sudah Dibersihkan
Meski berada dalam tekanan, Pemkot Bandung mengklaim telah melakukan penanganan intensif di lapangan. Hingga pertengahan Januari 2026, sebanyak 136 titik penumpukan sampah telah berhasil dibersihkan.
Namun Farhan menegaskan, pembersihan bersifat reaktif tidak cukup jika tidak dibarengi pengurangan sampah dari sumbernya.
“Kami tidak ingin hanya memadamkan api. Fokus kami sekarang adalah memastikan sampah tidak kembali menumpuk di titik yang sama,” katanya.
Insinerator Mini Tak Bisa Jadi Solusi
Dalam situasi keterbatasan tersebut, Pemkot Bandung juga harus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan larangan penggunaan insinerator mini, karena dinilai berisiko terhadap kesehatan dan lingkungan.
Farhan menyebut, larangan tersebut menutup opsi pembakaran skala kecil yang sebelumnya sempat dipertimbangkan untuk penanganan cepat di dalam kota.
“Kami memahami dan mematuhi arahan tersebut. Perlindungan lingkungan dan kesehatan tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Fokus ke Pengolahan di Tingkat RW
Sebagai gantinya, Pemkot Bandung kini mempercepat pengolahan sampah di sumber, terutama di tingkat RW. Program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), komposting komunitas, pemanfaatan maggot, bank sampah, serta penguatan TPS 3R menjadi strategi utama.
Pemkot juga mendorong agar sampah organik diolah 100 persen di tingkat RW, sehingga volume yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan.
“Kalau sampah organik bisa diselesaikan di lingkungan masing-masing, beban ke Sarimukti akan jauh berkurang,” kata Farhan.
Warga Diminta Maklum
Farhan meminta pengertian masyarakat apabila masih terjadi penumpukan sampah secara temporer di sejumlah titik. Menurutnya, pemerintah kota tengah bekerja keras menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan baru yang ramah lingkungan.
“Kami tidak menutup mata terhadap keluhan warga. Tapi solusi berkelanjutan tidak bisa instan dan harus sesuai regulasi,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan mengajak warga Bandung terlibat aktif dalam pengelolaan sampah sejak dari rumah.
“Ini persoalan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” pungkas Farhan. (red)
BRI Perkuat Pemulihan Pascabencana Longsor Cisarua Lewat Bantuan Berkelanjutan
YBM BRILiaN Fasilitasi Transformasi Mustahik Lewat Program Usaha Produktif di Banjar dan Ciamis
Balai Rakyat Indonesia Jadi Warisan Program YBM BRILiaN, Warga Sukawening Garut Kini Punya Pusat Aktivitas Mandiri
YBM BRILiaN Luncurkan Program Family Strengthening di Garut, Perkuat Ketahanan Keluarga Mustahik
Insan BRILian Region 9 Bandung Bergerak Cepat Galang Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra
Kolaborasi BRI, Danantara, dan Rumah BUMN Perkuat Ekosistem UMKM Siap Ekspor di Jawa Barat
BRI Region 9 Bandung Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Lewat Aksi Lingkungan dan Pemberdayaan UMKM
Pos UKK Adem Ayem Indramayu Raih Penghargaan Pos UKK Terbaik Jawa Barat pada HKN ke-61
Melalui Program TJSL, BRI Peduli Laksanakan BRINita di Griya Hijau Hidroponik
YBM BRILian Gelar Lagi Khitanan Massal Serentak di Tiga Lokasi
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa