(Foto Istimewa).
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memberikan arahan dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay pada Sabtu (17/01/2026).
Fokus utama diarahkan pada percepatan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) serta pengembangan Buruan Sae sebagai pusat ketahanan pangan berbasis RW.
Lurah Babakan Ciparay, Tonny Sukmana menyampaikan, wali kota meminta agar perbaikan Rutilahu segera dituntaskan tanpa penundaan.
“Arahan Pak Wali jelas, Rutilahu harus segera diperbaiki. Selain itu, Buruan Sae yang sudah berjalan diminta menjadi contoh dan dikembangkan di seluruh RW di Babakan Ciparay,” kata Tonny.
Saat ini, Kelurahan Babakan Ciparay telah memiliki tiga Buruan Sae yang aktif. Dengan total sembilan RW, masih terdapat enam RW yang ditargetkan segera menyusul.
“Sekarang baru ada tiga. Artinya tinggal enam RW lagi yang harus kita dorong agar setiap RW punya Buruan Sae,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua RW 09 Babakan Ciparay, Agus Tantan mengungkapkan, Buruan Sae di wilayahnya mendapat respons positif dari Wali Kota Bandung. Konsep yang diterapkan memadukan pertanian tradisional dan teknologi modern.
“Di bawah kita pakai tanah tradisional di atasnya ada hidroponik. Produksinya sudah rutin, sudah ada member yang ambil jadi sudah berputar dan menghasilkan,” ujar Agus.
Hasil panen Buruan Sae RW 09 tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berdampak sosial. Sebagian hasilnya disalurkan untuk membantu warga yang membutuhkan.
“Sebagian hasil Buruan Sae kita subsidi untuk warga. Harapannya ke depan persoalan stunting bisa kita atasi sendiri di RW 09,” katanya.
Upaya itu diperkuat dengan pengembangan sektor pendukung, seperti perikanan, peternakan dan pengolahan sampah melalui magotisasi.
Agus mengaku keterbatasan lahan menjadi tantangan utama. Namun, hal itu justru mendorong inovasi dengan memanfaatkan ruang-ruang alternatif.
“Maggotisasi sudah mulai, masih tahap percobaan sekitar lima baki. Karena lahan terbatas, kita manfaatkan rooftop yang ada di wilayah RW 09,” jelasnya.
Ke depan, RW 09 merencanakan pengembangan magotisasi dan penghijauan, termasuk budidaya cabai rawit yang terintegrasi dengan perikanan ikan hias dan ikan konsumsi di beberapa titik wilayah.
“Semua nanti akan sinkron dalam satu ekosistem Buruan Sae Barokatumaninah RW 09,” ungkapnya.
Buruan Sae RW 09 berlokasi di rumah seksi lingkungan hidup, memanfaatkan lahan kosong yang sebelumnya tidak produktif.
“Awalnya seperti hutan, banyak pohon besar. Kita alihfungsikan menjadi tanaman yang lebih produktif, terutama sayuran dan tanaman toga,” pungkasnya. (kyy)
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
BRI Peduli Serahkan Ambulans ke Polres Kuningan, Perkuat Layanan Darurat untuk Masyarakat
BRI Gandeng Gereja di Bandung Salurkan Ratusan Paket Sembako bagi Masyarakat Rentan
BRI Perkuat Sinergi dengan Lapas Banjar Lewat Bantuan Ambulans Program TJSL
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa