Ridwan Ginanjar (RG). (Foto: Istimewa)
KUNINGAN, FORMASNEWS.COM – Bonus demografi yang tengah dialami Jawa Barat menjadi peluang besar sekaligus tantangan serius. Dengan jumlah penduduk yang telah melampaui 50 juta jiwa dan didominasi usia produktif, provinsi ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi nasional jika mampu mengelola sumber daya manusianya secara optimal.
Berdasarkan struktur demografi, sekitar 65–70 persen penduduk berada pada rentang usia produktif (15–64 tahun). Generasi muda seperti Gen Z dan milenial menjadi kelompok dominan dalam komposisi tersebut. Namun di sisi lain, masih tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan jumlah pemuda dalam kategori NEET (Not in Employment, Education, or Training) menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Penggerak Muda Jawa Barat, Ridwan Ginanjar, menegaskan bahwa bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan. Tanpa kesiapan yang matang, kondisi ini justru berpotensi menjadi ancaman sosial dan ekonomi.
“Ini momentum besar, tetapi juga ujian. Pemuda harus memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Jika tidak, kita bisa tertinggal,” ujarnya.
Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Banyak lulusan yang belum siap kerja karena keterampilan yang dimiliki belum sesuai dengan permintaan pasar.
Menurut Ridwan, solusi utama terletak pada penguatan pelatihan berbasis kebutuhan nyata. Sektor-sektor unggulan di Jawa Barat seperti manufaktur, ekonomi kreatif, pertanian modern, dan digitalisasi perlu menjadi fokus dalam pengembangan kompetensi pemuda. Dengan pendekatan tersebut, pemuda tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja.
“Ketika pelatihan selaras dengan kebutuhan industri, maka peluang kerja akan terbuka lebih luas,” katanya.
Ridwan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, hingga organisasi kepemudaan harus bergerak bersama untuk menciptakan ekosistem yang adaptif dan berkelanjutan. Menurutnya, tanpa sinergi yang kuat, program pengembangan pemuda berisiko tidak tepat sasaran dan tidak memberikan dampak signifikan.
“Pemuda dan pemerintah harus menjadi partner strategis. Kesiapan itu dibangun bersama,” tegasnya.
Momentum bonus demografi tidak berlangsung selamanya. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, peluang ini bisa berubah menjadi beban di masa depan. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat diharapkan dapat bergerak cepat dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global. (red)
BRI Perkuat Digitalisasi Transaksi Merchant di Bandung Lewat Program Merchant Lucky Ride
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa