Warga Dusun Cirangkong dan Anggota Karang Taruna gelar audensi ke Pemerintah Desa Dawagung Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, di Gedung Olahraga (GOR) di desa setempat, Senin (8/5/2023). Kegiatan audensi tersebut dihadiri Kepala Desa Dawagung Makmur, Camat Rajapolah Drs. Asep Suhendar, Kapolsek Rajapolah AKP. Iwan Sujarwo SH, dan Kapten Inf Czi Rohadi Danramil 1205/Rajapolah, Sekdes, TPK, LPM, dan BPD Desa Dawagung, Kepala Wilayah, RW dan RT di Dusun Cirangkong(Anton)
TASIKMALAYA,FORMASNEWS.COM-Diduga adanya kejanggalan terkait kegiatan penyerapan pemanfaatan Dana Desa di Desa Dawagung,Warga Dusun Cirangkong dan Anggota Karang Taruna gelar audensi ke Pemerintah Desa Dawagung Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, di Gedung Olahraga (GOR) di desa setempat, Senin (8/5/2023).
Kegiatan audensi tersebut dihadiri Kepala Desa Dawagung Makmur, Camat Rajapolah Drs. Asep Suhendar, Kapolsek Rajapolah AKP. Iwan Sujarwo SH, dan Kapten Inf Czi Rohadi Danramil 1205/Rajapolah, Sekdes, TPK, LPM, dan BPD Desa Dawagung, Kepala Wilayah, RW dan RT di Dusun Cirangkong, melalui pengawalan petugas Kepolisian dari Polsek dan Polres Tasikmalaya Kota, serta Anggota Koramil Rajapolah dan Kodim Tasikmalaya.
Kordinator kegiatan (aksi) Asep Muhammad Toha, mengungkapkan dalam kegiatan audensi pada hari ini,kami mempertanyakan beberapa poin aspirasi,diantarnya : 1. Perencanaan dan pelaksanaan penyelenggaraan (pembangunan yang bersumber dari) Dana Desa di Dusun Cirangkong tidak ada rapat sosialisasi dan tanpa ada papan proyeknya sehingga masyarakat tidak bisa partisipasi pengawasan pelaksanaanya.
2. Dalam realisasi pelaksanaan penugasan piminan proyek sepenuhnya dilaksanakan oleh Kepala Dusun, apakah ini sudah sesuai dengan peraturan pelaksanaan Dana Desa?
3. Dalam pelaksanaan penyerapan Dana Desa juga ada yang tidak memberdayakan masyarakat.
4. Dalam pelaksanaan penyerapan Dana Desa yang berlokasi di jalan baru Babakan Cirangkong pada hari ini pelaksanaan tidak diawasi oleh petugas dari TPK, LPM, Aparatur Desa dan BPD Desa Dawagung.
“Kemudian, Anggota Karang Taruna Desa Dawagung mempertanyakan tugas dan pungsi dari organisasi Karang Taruna,” ucap Asep Muhammad Toha Kordinator aksi, usai kegiatan audensi kepada wartwan.
Asep, mengatakan dengan jawaban jawaban tadi sebetulnya saya kurang puas, itu bukan penjelasan tetapi itu pembelaan diri.
“Dengan harapan kedepannya bisa lebih baik lagi dan kejadian ini tidak hanya sekedar kejadian mungkin di Desa Dawagung,”ujarnya
Ia, menambahkan dengan jawaban seperti itu saya kurang puas itu bukan penjelasan tetapi itu mah pembelaan diri mungkin saya harapkan untuk kedepannya kita lebih baik lagi dan saya mungkin mengharapkan kejadian ini tidak hanya sekedar kejadian di desa Dawagung.Kalau Desa Dawagung, belum ada tersentuh secara hukum meskipun unsur-unsur sudah ada kalau desa lain mungkin sudah ada banyak tersentuh secara hukum.
“Dan diharapkan juga untuk kemajuan kedepannya, saya juga minta aparatur hukum apa yang bisa dibuka secara hukum ya dibuka, agar untuk pengelolaan desa selanjutnya lebih baik lagi,”tuturnya.
Ia menegaskan, kalau tidak ada perubahan (kedepannya) mungkin saya ada banyak bukti-bukti untuk menempuh jalur hukum, salah satunya yang diutarakan tadi, ada pembikinan jalan yang anggarannya sekian, relasinya sekian tidak ada juga laporan pertanggungjawaban diakhir.
“Tadi sudah bilang (saat di forum) anggaran awalnya berapa itu kan ditutup, anggaran akhirnya pun sama ditutup, realisasi penyerapannya berapa,”ungkapnya.
Kalau saya ketangkap basah diakhir, kata Asep, pengerjaan salah satu proyek ini baru dipasang (papan proyek), dengan alasan-alasan yang tidak memuaskan yaitu alasan hujan. Masa alasan hujan, itu mah ada unsur lain apa unsur sabotase atau unsur untuk tidak membuka.
“Saya berharap kedepannya tidak seperti itu, sebetulnya kejadian tidak satu kali ini saja gak ada papan nama (papan proyek),” jelasnya.
Lanjut Asep menyampaikan, tadi curhat mungkin 10 tahun ini (Kepala Desa Makmur menjabat 2 periode) saya baru ketemu dan baru bisa komunikasi seperti ini, itu pun dalam rangkaian yang cukup panjang.
“Disebut kerajaan karena dari mulai Kepala Desa sampai kebawahnya,tadi sudah jelas siapa pelaksananya Aparat Desa semua. Lembaga lembaga Desa tidak ada fungsi, BPD nya merapat ke Desa, tadi tidak ada penjelasan-penjelasan dari TPK,” pungkasnya.
Sementara itu,Camat Rajapolah Drs. Asep Suhendar,menyampaikan atas nama Muspika ucapkan terima kasih, karena ini bentuk kecintaan warga masyarakat terkait bagaimana memajukan desa, dan dengan demokrasi. Kemudian memajukan dan yang lain.
“Saya kira ini adalah masukan yang baik dalam rangka mungkin untuk kemajuan, terima kasih Kang David (koordinator kegiatan audensi ) kegiatan bisa kondusif,” ungkap Camat Rajapolah Drs. Asep Suhendar, usai acara, yang didampingi Kepala Desa Dawagung Makmur Kapolsek AKP. Iwan Sujarwo SH, dan Kapten Inf Czi Rohadi Danramil 1205/Rajapolah, dan bersama koordinator audensi Asep Muhammad Toha.
Ia, ucapkan terima kasih kepada rekan. Ini adalah bagian dari pelajaran buat Kepala Desa, kami nanti akan lebih meningkatkan lagi komunikasi dan koordinasi sehingga hal-hal yang memang diskomunikasi kemarin, atau beberapa tahun kebelakang.
“Dengan saya baru 2 yang bertugas di Kecamatan Rajapolah dan terima kepada David insya alloh mungkin kedepannya kita rajut kembali dalam rangka peningkatan. Saya selaku Camat berkewajiban untuk membina, mengkomunikasikan, mengkoordinasikan baik itu warga masyarakat, organisasi Kepemudaan, kemudian juga Keagamaan dan yang lainya,”ucapnya Asep Suhendar.
Ia, meminta dukungan dan do’a mengawali kegiatan yang barusan, diakhiri dengan untuk kemajuannya. Sederhana sebetulnya, hanya minta pemberdayaan yang ada SDM-nya di daerah agar bisa memajukan, meningkatkan dengan kualitas sesuai dengan yang ada.
“Karena memang itu adalah bentuk intruksi, juga perintah terkait dengan peningkatan pemberdayaan masyarakat yang ada dilingkungan,” jelasnya.
Lanjut Asep mengatakan, berharap, kedepannya koordinasi komunikasi ini harus ditingkatkan dari mulai perencanaan Musyawarah Dusun (Musdus). Kemudian Desa (Musyawarah Desa) secara admistrasi undangan tertulisnya.
“Kalau ada sosialisasi dan rapat itu di laksanakan melalui Kepala Dusun dan RT, RW, siapa-siapa saja yang nanti di undang, sehingga ada tertulisnya jadi apabila tidak tertulis susah juga yang datangnya atau mungkin tidak sesuai dengan harapan,”paparnya.
Asep Suhendar menegaskan, saya kira secara admistrasi ini juga harus diperbaiki, untuk Pak Kepala Desa nanti kalau melaksanakan sosialisasi di Dusun coba dibuat suratnya dengan resmi tidak hanya disampaikan melalui pengeras suara tetapi secara tertulisnya pun ada.
“Sehingga nanti ada kekuatan untuk Pemerintah Desa bahwa sudah di undang secara tertulis,”kata Asep Suhendar Camat Rajapolah.
Ditempat sama, Kepala Desa Dawagung Makmur mengucapkan terima kasih kepada Muspika dan juga kepada Asep Muhammad Toha (koordinator kegiatan audensi ) yang mana mungkin saya selaku Kepala Desa di Desa Dawagung masih banyak kekurangan, kelemahan, kebodohan, dan SDM.
“Terima kasih atas masukannya kedepannya akan lebih berhati-hati, akan memperbaiki dan akan sosialisasi
Terima kasih atas masukannya kedepannya akan lebih berhati-hati, akan memperbaiki dan akan sosialisasi terhadap warga masyarakat baik melalui media sosial, secara langsung ataupun secara musyawarah,” tuturnya.
Mudah-mudahan ini menjadikan satu pelajaran buat kami kedepannya untuk membangun Desa Dawagung yang akan diperbaiki, pertama yang namanya miskomunikasi dalam masalah sosialisasi.
“Sosialisasi nanti kami Pemerintah Desa yang akan mengundang warga masyarakat melalui Kepala Dusun ataupun RT dan RW,” sambungnya.
Kepala Desa Makmur menambahkan, secara administrasi pun akan kami perbaiki dan kami akan menugaskan juga kalau seandainya ada kegiatan di satu daerah ataupun satu Kampung untuk memberikan informasi melalui media pengeras suara di Masjid maupun Madrasah.
“Alhamdulilah dengan seperti ini mungkin kehati-hatian saya dan semua Perangkat Desa harus lebih berhati-hati dan untuk selalu menjaga kondusifitas yang ada di lingkungan,” pungkasnya.(Anton)
BRI Perkuat Pemulihan Pascabencana Longsor Cisarua Lewat Bantuan Berkelanjutan
YBM BRILiaN Fasilitasi Transformasi Mustahik Lewat Program Usaha Produktif di Banjar dan Ciamis
Balai Rakyat Indonesia Jadi Warisan Program YBM BRILiaN, Warga Sukawening Garut Kini Punya Pusat Aktivitas Mandiri
YBM BRILiaN Luncurkan Program Family Strengthening di Garut, Perkuat Ketahanan Keluarga Mustahik
Insan BRILian Region 9 Bandung Bergerak Cepat Galang Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra
Kolaborasi BRI, Danantara, dan Rumah BUMN Perkuat Ekosistem UMKM Siap Ekspor di Jawa Barat
BRI Region 9 Bandung Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Lewat Aksi Lingkungan dan Pemberdayaan UMKM
Pos UKK Adem Ayem Indramayu Raih Penghargaan Pos UKK Terbaik Jawa Barat pada HKN ke-61
Melalui Program TJSL, BRI Peduli Laksanakan BRINita di Griya Hijau Hidroponik
YBM BRILian Gelar Lagi Khitanan Massal Serentak di Tiga Lokasi
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa