Kegiatan aksi Mengusung Simbol Keranda Dan Pembakaran Ban. (Foto Istimewa)
CIMAHI, FORMASNEWS.COM- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Bangsa Reformasi (GBR) menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Cimahi pada Rabu (16/7/2025). Aksi damai tersebut mencerminkan kepedulian mendalam masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS.
Mengusung simbol keranda dan pembakaran ban, aksi ini bukan sekadar bentuk protes, melainkan dorongan kuat untuk perbaikan sistem pelayanan publik, khususnya di RSUD Cibabat. Sekretaris DPC LSM GBR, Alit Nurzaelani, menegaskan bahwa tujuan utama aksi ini adalah membuka ruang dialog dan mendorong perubahan positif bagi pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
“Kami ingin sistem diperbaiki, agar tak ada lagi warga kecil yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Ini bentuk cinta kami terhadap kota ini dan warganya,” ujar Alit usai audiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Cimahi dan jajaran RSUD Cibabat.
Alit juga menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, seperti Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 23 Tahun 2025 dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. “Kami percaya Cimahi bisa menjadi teladan dalam pelayanan kesehatan publik,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi GBR, Komisi IV DPRD Cimahi segera menggelar rapat evaluasi bersama RSUD Cibabat. Ketua Komisi IV menyatakan bahwa pihaknya membuka ruang seluas-luasnya untuk masukan dari masyarakat sebagai dasar pembenahan sistem.
Dalam forum audiensi, meskipun tuntutan pencopotan direktur utama RSUD mengemuka, namun spirit utama dari aksi ini tetap pada dorongan terhadap perbaikan menyeluruh. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi manajemen rumah sakit untuk merefleksi dan membangun kembali kepercayaan publik melalui langkah-langkah konkret.
Tak hanya menyoroti masalah, GBR juga menunjukkan sikap konstruktif dengan mengapresiasi komitmen DPRD dan mendukung adanya surat edaran tingkat kota yang memperkuat perlindungan hak pasien.
Aksi ini pun menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik bukan bentuk perlawanan, melainkan cerminan kepedulian dan semangat gotong royong untuk menciptakan layanan yang lebih manusiawi.
“Jika semua pihak masyarakat, legislatif, eksekutif, dan rumah sakit bersinergi maka keadilan dalam pelayanan kesehatan bukan hal yang mustahil,” tutur Alit. (**)
Pos UKK Adem Ayem Indramayu Raih Penghargaan Pos UKK Terbaik Jawa Barat pada HKN ke-61
Melalui Program TJSL, BRI Peduli Laksanakan BRINita di Griya Hijau Hidroponik
YBM BRILian Gelar Lagi Khitanan Massal Serentak di Tiga Lokasi
BRI Bersama YBM BRILian Region 9 Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana di Cisolok dan Cikakak
Program Desa BRILian Salah Satu Bukti Nyata BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
BRI Renovasi SDN Kebon Kai Girang
Sambut Hari Santri 2025, BRI dan YBM BRILiaN Gelar Khitanan Massal di Jatibarang
Melalui YBM BRILiaN, BRI Salurkan Program WASH di Desa Celak
Perkuat Sinergi, BRI Sukabumi Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari Sukabumi Tentang Penanganan Masalah Hukum
Pasar Kosambi dan Bank Sampah KB Soka Terima Bantuan Program ‘Yok Kita GAS’ dari BRI Peduli
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa