Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Oleh Soleh. (Foto : Ist)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Kabupaten Sumedang, pada 31 Desember 2023, diguncang gempa sebanyak lima kali dan telah memporak porandakan sejumlah bangunan. Atas peristiwa itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan status tanggap darurat mulai 1 hingga 7 Januari 2024.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Oleh Soleh mengatakan, untuk mengatasi dan membantu para korban gempa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) mendorong Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menangani gempa di Kabupaten Sumedang.
“Bila tidak memungkinkan menggunakan BTT, DPRD Jabar juga, akan mendorong Pemdaprov Jabar melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tanggap darurat sementara sebelum realisasi APBD Provinsi Jabar Tahun Anggaran (TA) 2024,” ujarnya di DPRD Jabar, Selasa (2/1/2024).
Dikatakannya, mengingat sekarang ini sudah masuk tahun 2024, anggaran kemarin (TA 2023) sudah closing. Apabila menggunakan BTT di TA 2024 proses penggunaan APBD murni (TA 2024) masih dalam proses evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sehinga, akan menjadi kendala.
Sementara Pemdaprov Jabar atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar harus segera melakukan penanganan bencana gempa di Kabupaten Sumedang. Sehingga tanggap darurat sementara dari BNPB Jabar menjadi salah satu pilihan yang dilakukan Pemerintah daerah.
Lebih lanjut Oleh Soleh menyatakan, selain itu DPRD Jabar juga mendorong Pemdaprov Jabar melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang termasuk BPBD Kabupaten Sumedang dalam penanganan atau penanggulangan gempa agar tidak tumpang tindih.
“Pada prinsipnya tentunya DPRD Jabar berharap Pemdaprov Jabar cepat menanggulangi bencana gempa di Sumedang. Hal itu, agar tidak lebih buruk terhadap masyarakat yang terdampak gempa,” tegasnya.
Memastikan penyelamatan pengungsi, pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian seperti ketersedian sanitasi, air bersih, obat-obatan, dapur umum dan kebutuhan dasar para pengungsi lainnya. Kemudian memastikan pengungsi dapat mengakses tempat ibadah, sekolah darurat apabila sudah masuk sekolah, relawan dan lain sebagainya.
Kemudian, apabila memungkinkan merelokasi penduduk yang tempat tinggalnya terdampak gempa, termasuk tempat tinggal penduduk yang berada di sesar di Kabupaten Sumedang, dan langkah mitigasi bencana lainnya.
“DPRD Jabar juga menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas gempa yang terjadi di Kabupaten Sumedang. DPRD Jabar akan mengawal penanganan bencana gempa di Kabupaten Sumedang, termasuk berencana akan meninjau lokasi terdampak,” pungkas Oleh Soleh. (ADV/Rls)
Ribuan Aset BRI Dibuka untuk Masyarakat, Gebyar Lelang 2026 Digelar Serentak
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa