Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., bersama Anggota Komisi A, Drs. Riana menjadi narasumber dalam acara diskusi Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah, di Hotel Grandia, Selasa, (7/3/2023)./Foto: Handoko.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., bersama Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Drs. Riana menjadi narasumber dalam acara diskusi Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah, yang diselenggarakan oleh Satpol PP Kota Bandung, di Hotel Grandia, Selasa, (7/3/2023) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad Nugraha mengatakan, dalam upaya mewujudkan perlindungan dan keamanan di Kota Bandung, Satpol PP tidak dapat bekerja sendiri, maka harus adanya koordinasi, kolaborasi, dan sinergitas dengan instansi terkait lainnya.
Oleh karena itu, aspek humanis perlu dikedepankan dalam upaya menegakkan peraturan daerah. Aspek humanis bisa dilakukan apalagi telah adanya perencanaan-perencanaan atau antisipatif yang komprehensif untuk melakukan tindakan penegakan aturan.
“Dengan upaya antisipatif yang baik, maka Satpol PP tidak perlu lagi melakukan tindakan represif dalam menegakkan aturan daerah yang justru akan menjadi bumerang bagi Satpol PP dan Pemerintah Kota Bandung,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Drs. Riana. Menurut Riana, berbicara rencana strategis tidak hanya bicara tentang program kegiatan yang berkaitan dengan anggaran.
Tapi juga harus ada pola yang terencana yang jelas dan tepat dalam upaya mendukung pelaksanaan visi misi Wali Kota Bandung yang sesuai dengan RPJMD Kota Bandung.
“Di dalam perencanaan strategis, yang saya harapkan adalah adanya identifikasi masalah, kedua memahami perspektif diri atau cara pandang yang lebih baik. Jadi, Satpol PP harus mampu membangun dan menumbuhkan sikap optimisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Riana pun menuturkan, bahwa Satpol PP merupakan bagian penting dalam pemerintahan yang juga mendukung terwujudnya urusan wajib dan layanan dasar masyarakat.
“Intinya Satpol PP harus percaya diri. Kenapa? Karena Satpol PP itu adalah bagian dari urusan wajib dan mendukung pelayanan dasar,” ucapnya. Selain itu, Satpol PP juga harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi digitalisasi saat ini dalam mendukung terwujudnya keamanan dan ketertiban di masyarakat.
“Satpol PP harus punya keberanian dalam melakukan inovasi, baik dalam bentuk kinerja, maupun kegiatan, ubah pola kinerja dan kegiatan yang dapat menyesuaikan dengan kondisi hari ini, yaitu memanfaatkan teknologi dan sebagainya dalam memberikan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” katanya. (Permana)
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa