KAB. BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bandung,melalui Badan Keuangan Aset Daerah (BAKD) melaksanakan Sosialisasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan Transaksi Non Tunai (TNT).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekda Kabupaten Bandung, Drs.H Teddy Kusdiana M.Si, Rabu (29/1/2020), di Sahid Sanhine Hotel, Jln Raya Soreang-Cincin, Soreang, dan di ikuti oleh seluruh perwakilan perangkat Daerah, terutama para kasubag keuangan Dinas, para Camat dan unsur lainnya. Sementara Narasumber yang dihadirkan dari perwakilan BPKP provinsi Jawa Barat dan bank BJB.
Sosialisasi yang dilakukan dalam rangka tindak lanjut kesepahaman dan kerjasama SP2D online antara Pemerintah Kabupaten Bandung, BPKP Perwakilan Provinsi JABAR dan Bank BJB. Selain merupakan perwujudan azas transparansi dalam pengelolaan keuangan Daerah untuk transparansi dan akuntabel,juga untuk menciptakan Birokrasi yang bersih dan efisien yang selaras dengan 5 program Prioritas, salah satunya pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Sekda Kabupaten Bandung, Drs.Teddy Kusdiana, M.Si, menyampaikan, kegiatan sosialisasi dilakukan sebagai komitmen kabupaten Bandung untuk Smart City, yaitu guna menghadapi tantangan Revolusi industri 4.0 dengan menggabungkan teknologi otomatis dengan teknologi Cyber agar kuat di berbagai lini.
Teddy Kusdiana menjelaskan, manfaat dari penerapan SP2D Online adalah pencairan SP2D lebih tepat waktu, pengurangan resiko pengembalian SP2D retur, akibat kesalahan input data Rekening, mencegah pencairan SP2D berulang, memantau kondisi keuangan kas daerah terkini.
“Tahun 2020 pemerintah kabupaten Bandung dengan DPRD sepakat melaksanakan proses pembangunan dengan transaksi non tunai, Termasuk terintegrasi dengan SP2D “, jelasnya.
Sementara Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat, Mulyana A.K, menyampaikan, mengapresiasi langkah kabupaten Bandung, walau gaungnya SP2D sendiri sejak tahun 2013. Tetapi Kabupaten Bandung sudah melengkapi dengan keberadaan Sistem Manajemen Daerah (SIMDA) nya.
Menurut Mulyana, di Indonesia masih sedikit yang menerapkan SIMDA nya, tetapi Bandung menjadikan percontohan bagi daerah lain.
SP2D memberikan manfaat pada segi kemudahan dalam menata keuangan. Tetapi diingatkan, administratornya harus ditetapkan dahulu, sehingga jelas pemegang kas nya.
“Saya berharap sosialisasi ini pada tata kelola keuangan, HUSUS ya pada perencanaan, dan pelaksanaan keuangannya bisa lebih baik”, harap Mulyana A.K.*(Deli)
Editor : Dado
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
BRI Peduli Serahkan Ambulans ke Polres Kuningan, Perkuat Layanan Darurat untuk Masyarakat
BRI Gandeng Gereja di Bandung Salurkan Ratusan Paket Sembako bagi Masyarakat Rentan
BRI Perkuat Sinergi dengan Lapas Banjar Lewat Bantuan Ambulans Program TJSL
BRI dan TNI Perkuat Kolaborasi Sosial Lewat Renovasi Masjid Annur di Kodim 0605 Subang
BRI Genjot Pembiayaan Properti dan Otomotif Lewat Consumer Expo 2026 di Bandung
Cashback hingga Kartu Debit FC Barcelona Jadi Magnet BRI di Indomaret Fun Bike 2026
BRI Perkuat Digitalisasi Transaksi Merchant di Bandung Lewat Program Merchant Lucky Ride
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa