Walikota Bandung. Oded M Danial sedang berbicara soal memonitor program pemberian anak ayam kepada siswa, Senin (23/12/2019). Foto : Istimewa.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng perguruan tinggi untuk menjadi mitra strategis yang memonitor program pemberian anak ayam kepada siswa. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) pun menawarkan diri untuk berkontribusi dan mendukung program tersebut.
Sekretaris Jurusan Manajemen UIN SGD Bandung, Lilis Sulastri UIN SGD, mengatakan saat ini UIN tengah berkolaborasi dengan Bandung Economic Empowerment Center (BEEC) mengembangkan aplikasi untuk memantau perkembangan program tersebut. Mulai dari efektivitas maupun dampak program bagi tumbuh kembang anak. Aplikasi itu bisa menunjukkan sejauh mana program tersebut bisa berdampak pada sasarannya.
Dikatakan, Lilis setidaknya pihaknya telah menerjunkan 30 orang mahasiswa ke lapangan untuk memantau dan mendata perkembangan program itu ke sekolah dan ke rumah para siswa. Memasuki pekan kelima program ini dilaksanakan, Lilis melihat ada perkembangan positif dari program tersebut.
Walikota Bandung. Oded M Danial poto bersama usia berbicara soal memonitor program pemberian anak ayam kepada siswa, Senin (23/12/2019). Foto : Istimewa.
“Ada dua hal yang kita lakukan di lapangan untuk membantu program ini. Pertama melihat bagaimana efektivitas dari pemeliharaan ayam. Kemudian yang kedua dilihat dari sisi nilai karakter, karakter pendidikan,” jelas Lilis.
Menurut Lilis, program ini bisa dikaji dari berbagai cabang keilmuan, mulai dari biologi hingga psikologi perkembangan. Program yang menurutnya menarik karena sangat orisinal ini bisa membuka kajian baru dalam cabang-cabang ilmu tersebut.
“Tidak hanya dari sisi karakteristik anak yang memelihara ayam tapi juga dari sisi ayam sendiri. Mungkin kaitannya dari bidang kajian keilmuan biologi, pertanian kemudian peternakan,” katanya.
Kelak, ia pun akan melibatkan pihak lain untuk menyusun instrumen pengukuran program. Karena pelaksanaannya lintas sektor, isu ini juga bisa dimonitor dari berbagai sisi. “Tidak hanya dengan UIN saja saya kira, nanti bisa melibatkan perguruan tinggi yang lainnya,” katanya.
Pada perkembangannya, UIN SGD juga tidak akan sekadar mengukur dampak program terhadap anak. Lingkungan sekitar anak pun akan menjadi objek kajian. “Sebenarnya tidak hanya untuk anak tapi juga untuk lingkungan terdekatnya. Orang tuanya juga harus ikut mengawasi. Nanti ada indikatornya. Termasuk untuk lingkungan di sekolahnya dan teman-temannya. Karena ada juga sifatnya grouping, ada yang individual,” bebernya. (**)
Editor : Yat
BRI Perkuat Digitalisasi Transaksi Merchant di Bandung Lewat Program Merchant Lucky Ride
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa