BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan meluncurkan program pemberian anak ayam kepada siswa sekolah. Program ini merupkan salah satu upaya Pemkot Bandung membangun karakter warga Kota Bandung sejak dini. Rencana program tersebut, diluncurkan pada kegiatan Bandung mejawab, di Jalan Wastukancana, Selasa (19/11/2019).
Pemberian anak ayam akan diberikan kepada 12 sekolah itu, akan dilaksanakan Kamis (21/11/2019), di sekolah Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyatakan, program pemberian anak ayam ini menekankan pada proses. Banyak nilai positif yang terbangun dalam proses pemeliharaan unggas.
Gin Gin mengungkapkan, menurut hasil survei dan kajian ilmiah dari berbagai literatur menyebutkan memelihara hewan bisa bedampak positif dalam membangun karakter anak. Memelihara hewan bisa memberikan pelajaran soal sikap empati, tanggung jawab dan disiplin. “Semangatnya membangun karakter anak. Sudah ada penelitian dampaknya dalam memelihara hewan. Kemudian anak tahu persis proses pertumbuhan hewan,” katanya.
Dikatakannya, pemberian secara simbolis akan dilakukan pada saat acara “Bandung Menanam Jilid 1” di kolam retensi Rancabolang Gedebage, 21 November 2019. Sebanyak 2.000 bibit anak ayam yang sudah dipersiapkan Dispangtan Kota Bandung akan mulai disebar ke sekolah di Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru.
Sekolah yang menjadi program pemeliharaan anak ayam ini terdiri dari 10 Sekolah Dasar (SD), yakni SDN 274 Cempaka Arum, SDN 086 Cimincrang, SDN 215 Rancasagatan, SDN 216 Sondariah, SDN 124 Hanura, SDN 152 Cigagak, SDN 029 Cilengkrang, SDN 153 Taruna Karya, SDN 168 Cipadung, SDN 102 Cikudayasa. Kemudian dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu, SMP 46 dan SMP 54.
“Jadi tidak semua dipaksakan diberikan. Kita bertanya dahulu kepada orang tua dan kepada anaknya. Sudah disosialisasikan dulu cara pemeliharaannya. Jadi calon penerima dan calon lokasinya juga sudah jelas,” ujarnya.
Teknis pelaksanaannya, setiap siswa yang menerima satu ekor ayam kemudian harus membentuk kelompok terdiri dari lima orang. Lima ekor anak ayam tersebut nantinya akan dipelihara secara bersamaan di satu kandang.
“Sebetulnya bukan berfokus kepada ayamnya. Tetapi pada prosesnya ini yang kita amati. Kalau pun nanti terkena penyakit, anak paham penyebabnya. Diharapkan paling tidak bisa sampai bertelur. Llu menetas dan menjadi anak atau sebagian bisa dikonsumsi atau dijual,” tegasnya. (**)
Editor : Yat
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa