Pengelola Vihara Heny, saat sedang sembahyang dan makin pesat, seiring dengan meningkatnya toleransi umar beragama, Senin (24/1/2022)/Foto : Dok Humas Kota Bandung.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Kota Bandung dikenal sebagai kota dengan toleransi dan keragaman suku, ras, dan agama. Jelang Hari Raya Imlek, sejumlah rumah ibadah mulai mempersiapkan hari besar ini. Salah satunya Vihara tanda Bhakti yang terletak dikawasan Kelenteng atau tepatnya di jalan Vihara Bandung.
Pemimpin Sembahyang di Vihara Tanda Bhakti, Heny menjelaskan rumah ibadah ini sudah diresmikan sejak 1976. Di awal pendiriannya, Vihara ini hanya diperkuat beberapa orang saja. Lokasinya juga, mudah dijangkau masyarakat yang akan melakukan sembahyang.
“Pengembangan di vihara ini makin ke sini makin pesat, seiring dengan meningkatnya toleransi di kita,” ujar Heny, Senin (24/1/2022).
Dikatakannya, perkembangan pesat dialami Vihara Tanda Bhakti sejak memasuki dekade 2000-an. Vihara ini diisi oleh Tri Dharma alias tiga aliran dalam kepercayaan Buddha: Tao, Khong Hu Chu, dan Buddha itu sendiri. Sampai saat ini, Heny menyebut ada sekitar 80 umat yang beribadah di vihara ini.
Begitupula dengan kegiatannya. Sejauh ini, ada beragam jenis ibadah yang diselenggarakan di Vihara Tanda Bhakti. Namun dalam setahun (Masehi), Heny menggaris bawahi tiga hari besar yang dalam kepercayaan Buddha yang juga biasanya dirayakan di Vihara Tanda Bhakti.
Pertama ialah Hari Raya Imlek. Hari raya yang tinggal menghitung hari ini merupakan tahun baru. Biasanya, Imlek membawa tema dan pesan-pesan kebaikan berbeda tiap edisinya.
Lalu ada Ceng Beng. Acara keagamaan ini merupakan tradisi ziarah kubur yang biasa dilakukan masyarakat Tionghoa pada 4 dan 5 April tiap tahunnya.
Tidak hanya ziarah kubur, umat juga melalukan pembersihan makam dan mendoakan leluhurnya saat berziarah. “Jadi kita mengingat leluhur dengan membersihkan makamnya,” terang Heny.
Lalu ketiga ada upacara Ullambhana. Ritual keagamaan satu ini merupakan salah satu persembahan bagi para leluhur dan juga arwah yang terlebih dahulu mendahului kita.
Selain sembahyang, dalam ritual ini juga dihadirkan aneka ragam makanan yang juga dibagikan kepada masyarakat sekitar vihara.
Tahun 2022, Vihara Tanda Bhakti masuk ke dalam bagian dari Kampung Toleransi kelima yang diresmikan oleh Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Ditanya mengenai hal tersebut, Heny mengaku bahagia.
“Bangga, bahagia juga. Kami bisa menjadi bagian dari toleransi itu sendiri di Kota Bandung. Saya berharap ini bisa jadi momentum supaya umat beragama di kota ini semakin rukun dan senantiasa berkolaborasi dalam menjalankan kebaikan,” ucapnya.
Saat ditanya mengenai harapannya menyongsong Hari Raya Imlek, ia berharap Imlek tahun ini menjadi momentum menciptakan Tahun Toleransi, khususnya di Kota Bandung. “Keragaman itu merupakan modal besar yang kita miliki. Toleransi merupakan cara yang tepat untuk memaksimalkannya,” ucap Heny. (Ray)
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa