BAZNAS Jawa Barat menggandeng Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Jawa Barat melalui penandatanganan MoU untuk mendorong optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Senin (20/4). (Foto: Istimewa)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Upaya meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan aparatur negara terus diperkuat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Barat menggandeng Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Jawa Barat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mendorong optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Kesepakatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Jawa Barat ini tidak hanya menitikberatkan pada pengelolaan dana, tetapi juga pada peningkatan literasi dan partisipasi zakat di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Pimpinan BAZNAS Jabar Bidang Pengumpulan, Ijang Faisal, menegaskan bahwa potensi zakat di lingkungan ASN Kemenag masih sangat besar dan perlu dioptimalkan melalui pendekatan yang lebih sistematis.
“Kerja sama ini diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa zakat bukan hanya kewajiban individu, tetapi juga bagian dari sistem sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat,” ujarnya.
Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Dudu Rohman, menyebut bahwa ASN di lingkungan Kementerian Agama memiliki peran strategis sebagai contoh dalam kepatuhan berzakat. Melalui sistem yang terintegrasi dan kerja sama dengan BAZNAS, pengelolaan zakat diharapkan berjalan lebih tertib, transparan, dan terukur.
“ASN Kemenag diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun budaya zakat yang terorganisir dan berkelanjutan,” katanya.
Ketua BAZNAS Jabar, Anang Djauharuddin, menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi besar dalam memperkuat ekosistem zakat di Jawa Barat, termasuk memperluas basis muzaki dan meningkatkan kepercayaan publik.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Jabar, Asep Sukmana, menilai bahwa peningkatan partisipasi zakat, khususnya dari ASN, akan berdampak langsung terhadap penguatan program kesejahteraan masyarakat.
“Jika potensi zakat tergarap optimal, maka intervensi sosial kepada masyarakat yang membutuhkan bisa lebih luas dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, BAZNAS dan Kemenag Jawa Barat berharap terbentuk budaya zakat yang lebih kuat di lingkungan ASN, sekaligus menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam mengurangi kesenjangan sosial di Jawa Barat. (red)
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa