(Foto Istimewa).
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) dengan melibatkan aparat kewilayahan. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi yang digelar Dinas Kesehatan Kota Bandung di Auditorium Balai Kota, Selasa (19/02/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari camat, lurah, perwakilan forum RW, serta jajaran lintas sektor.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menjelaskan, pengendalian TBC menjadi perhatian serius pemerintah dan merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia.
“Karena itu kita mengundang kewilayahan. Program ini melibatkan kita semua,” ujar Zulkarnain.
Ia mendorong peran Camat dan Lurah sebagai penggerak masyarakat dalam pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui strategi 3T: testing, tracing, dan treatment.
Menurutnya, TBC merupakan penyakit menular sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Kalau satu orang terkena, bukan hanya dia yang dites, tetapi orang-orang di sekelilingnya juga harus diperiksa. Pengobatannya pun harus tuntas, kurang lebih enam bulan dan tidak boleh terputus,” katanya.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah kasus TBC di Kota Bandung tercatat sebanyak 18.846 kasus dan relatif belum menunjukkan penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Pemkot Bandung menargetkan angka tersebut dapat ditekan melalui gerakan yang lebih aktif dan terkoordinasi.
“Kita tidak ingin hanya menjaga agar tidak naik. Harus turun,” kata Zulkarnain.
Selain mendukung Program Hasil Terbaik Cepat, Pemkot Bandung juga mendorong penguatan Gerakan Bersama Mengakhiri TBC (Geber TBC), pelaksanaan TOS TBC (Temukan, Obati Sampai Sembuh), pemberian terapi pencegahan TBC, serta pembentukan Kelurahan Siaga TBC di setiap wilayah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam menyampaikan, penanganan TBC membutuhkan dukungan penuh dari kewilayahan.
“Dinas Kesehatan tidak mampu melakukannya sendiri. Kota Bandung harus bergerak lebih cepat dan lebih masif,” ujarnya.
Ia menuturkan, evaluasi capaian penanganan TBC akan terus dilakukan melalui forum lokakarya mini di Puskesmas setiap bulan, sehingga progres di tingkat kecamatan dapat dipantau dan diperbaiki secara berkelanjutan.
Melalui sosialisasi ini, Pemkot Bandung berharap terbangun komitmen bersama antara perangkat daerah dan kewilayahan untuk mempercepat penurunan angka TBC di Kota Bandung. (**)
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa