Gedong Cai Tjibadak dibangun di era Wali Kota Bandung pertama, Bertus Coops, kini usianya sudah 100 tahun.(Foto : Dok Humas Kota Bandung).
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Gedong Cai Tjibadak yang terletak di Kelurahan Ledeng Kota Bandung, merupakan sumber air bagi warga Kota Bandung. Untuk mengunjugi Gedomng Cai, dengan memakai sepeda motor perlu waktu setengah jam dari pusat Kota untuk sampai ke sumber air Gedong Cai.
Ketua Yayasan CAI (kelompok masyarakat yang merawat kawasan Gedong Cai Tjibadak) Yadi Supriyadi menyatakan, Gedong Cai Tjibadak dibangun di era Wali Kota Bandung pertama, Bertus Coops. “Meski usianya satu dekade namun sampai saat ini Gedong Cai Tjibadak masih jadi salah satu sumber mata air bagi masyarakat Kota Bandung,” ujarnya Kamis (6/1/2022).
Dikatakanya, pembangunan Gedon Cai berawal dari pencetusan Bandung yang diproyeksikan menjadi ibu kota Hindia Belanda saat itu. Informasi lainnya juga, menyebut sumber air ini dibangun saat Pemerintah Hindia Belanda kala itu sedang berhadapan dengan wabah kolera.
“Hadirnya Gedong Cai Tjibadak juga merupakan upaya Pemerintah Bandung kala itu menyediakan air bersih buat masyarakat. Adapun, Filosofi nama Tjibadak itu sendiri berangkat dari nama cai badag dalam bahasa Sunda, alias air yang besar dalam bahasa Indonesia,” tuturnya.
Namun, kata Yadi, ada pula sumber yang menyebut penamaan Cibadak berasal dari kondisi di kawasan ini yang dulunya dihuni badak. Selain itu pula, kabarnya nama wilayah Ledeng juga berawal dari istilah Waterleiding di era kolonial Belanda. Waterlaiding itu sendiri berarti air yang besar.
“Kehebatan dan anugerah Gedong Cai Tjibadak tercermin dari limpahan air yang banyak. Saat itu, Gedong Cai Tjibadak menghasilkan debit air 50 liter per-detik. Namun jumlah itu, mengalami surplus. Hanya perlu 20 persen saja jumlah air di sini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bandung,” katanya.
Pada perjalanannya, Gedong Cai Tjibadak terus menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Bandung. Hingga memasuki dekade 2010, debit air di Gedong Cai Tjibadak menyusut cukup jauh, hingga 18 liter per detik. Penurunan ini, jadi konsen Pemerintah Kota Bandung beserta masyarakat untuk sama-sama melakukan konservasi.
“Secara bertahap, kolaborasi Pemkot dan masyarakat pun dibangun. Akses menuju Gedong Cai diperbaiki, demikian pula sumber airnya. Konservasi yang dilakukan Pemkot Bandung masyarakat ternyata berbuah hasil. Debit air yang menyusut sampai 18 liter, kini menjadi 22 liter,” terang Yadi.
Peningkatan ini tidak lantas membuat pemerintah dan masyarakat terlena. Kolaborasi menjaga alam di kawasan Gedong Cai Tjibadak terus dijalankan. Pemkot sendiri juga, terus mensosialisasikan dan edukasi kepada masyarakat, bahwa Kota Bandung punya sumber air yang usianya satu dekade.
Dalam kesempatan yang sama, Lurah Ledeng, Budi Prasetio menuturkan, Gedong Cai jadi suatu kebanggaan bagi Kelurahan Ledeng. Apalagi bangunan tersebut bersejarah dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Bandung. Di kelurahan Lendeng, banyak potensi yang miliki.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan saat ini upaya Pemkot Bandung lewat Kelurahan dalam menjaga kawasan ini antara lain dengan merevitalisasinya. Bangunan yang kini menjadi kawasan heritage tersebut dipagar dan dijaga agar tidak mudah tersentuh.
Demikian pula cat dan bangunannya yang dikembalikan seperti tampilan awal di zaman kolonial Belanda. Sebagai informasi, ulang tahun ke-100 Gedong Cai Tjibadak dihadiri pula oleh Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana pada 29 Desember 2021 silam.
Dalam kesempatan tersebut, Yana mengapresiasi seluruh pihak yang sama-sama menjaga hingga Gedong Cai Tjibadak berusia 100 tahun. Yana juga, berpesan agar konservasi tersebut terus dijaga dengan baik. Mulai dari pemanfaatan lahan, ruang untuk habitat flora dan fauna.
“Terutama pengamanan aset, juga fungsi seke sebagai mata air di tempat ini. Mudah-mudahan kembali memberikan sumber air baku bisa dimanfaatkan kepada warga Kota Bandung,” ujar Yana saat menghadiri acara ulang tahun ke-100 Gedong Cai Tjibadak.
Budi berharap selebrasi 100 tahun Gedong Cai Tjibadak bukan sekadar selebrasi belaka. Ia berharap sumber air ini dapat menjadi sumber kehidupan masyarakat Bandung tanpa henti. “Semoga terus mengalir dan anak-cucu kita bisa ketemu di 100 tahun dan 100 tahun ke depan,” tutur Budi. (Ray)
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa