Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna (Pegang Mik), saat berbicara soal BOR di Kota Bandung, Senin (2/8/2021). Foto : Ist.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Ketua Harian Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, pihaknya berharap kasus Covid-19 di Kota Bandung sudah melewati puncaknya. Sehingga relaksasi sektor ekonomi kepada para pengusaha di Kota Bandung, bisa segera digulirkan.
“Sebagaimana data terakhir per 1 Agustus 2021, sudah terjadi penurunan angka ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan di Kota Bandung, atau Bed Occupancy Rate (BOR). Saat ini BOR sudah turun menjadi 60,48 persen,” ujar Ema kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Senin (2/8/2021)
Dikatakan Ema, dari 2.275 tempat tidur di 30 rumah sakit rujukan di Kota Bandung kini hanya terisi sebanyak 1.376 tempat tidur. Sehingga masih tersedia 899 tempat tidur kosong yang juga dapat dimanfaatkan oleh pasien dari luar Kota Bandung. Sedangkan angka kesembuhan, terus menunjukan peningkatan. Tercatat ada 27.285 orang sembuh, dengan penambahan 67 orang dalam satu hari.
“Ini indikator sangat bagus, bahwa dengan tingkat kesembuhan semakin tinggi, jumlah orang dirawat sudah berkurang. Mudah-mudahan Bandung sudah melewati masa puncak, sekarang dalam kondisi menurun. Namun, meski ada penurunan tetap warga untuk disiplin memakai Protokok Kesehatan (Prokes) dengan mengunakan 5 M,” tuturnya.
Lebih lanjut Ema menyatakan, begitu juga skor level kewaspadaan Kota Bandung pun ikut mengalami kenaikan, walaupun kini masih dalam zona risiko tinggi. Pada periode 12-18 Juli di angka 1,63. Kemudian pada periode 19-25 Juli tercatat skornya sebesar 1,78 semakin mendekati ke zona risiko sedang dengan standar penilaian skor sebesar 1,81.
Meski begitu, Ema belum dapat memastikan Kota Bandung akan turun ke level 3 atau masih di level 4. Khususnya berkenaan dengan statusnya di masa penanganan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Maka itu, pihaknha berharap besar agar level PPKM bisa turun sehingga dapat memberikan relaksasi untuk sektor ekonomi.
“Sebab hasil dari pemetaan lapangan, dampak pandemi terhadap sektor perekonomian di Kota Bandung semakin meluas,” katanya.
Sejalan dengan PPKM yang diberlakukan, level yang brikan ke Kota Bandung tergantung evaluator. “Karena yang mengevaluasi bukan kita. Kalau kita, harapannya seperti itu (turun ke level 3). Kalaupun mungkin di level 4, mudah-mudahan akan ada relaksasi yang disesuaikan. Karena bagaimanapun juga kondisi ekonomi di Kota Bandung sudah berat,” jelasnya. (Yat)
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa