Menanggapi informasi guru yang tak berada ditempat saat jam kerja oleh kepala BKPSDM di SDN 3 Sukamukti Maniis, Disdik Purwakarta menyampaikan tanggapan. (Foto :Ist)
PURWAKARTA, FORMASNEWS.COM – Menanggapi informasi guru yang tak berada ditempat saat jam kerja oleh kepala BKPSDM di SDN 3 Sukamukti Maniis, Dinas Pendidikan (Disdik) Purwakarta menyampaikan tanggapan. “Saya mengapresiasi dan menyampaikan terimakasihnya kepada BKPSDM karena mempunyai perhatian terhadap upaya pembinaan pegawai khususnya guru-guru di masa pandemi,” ujar Kepala Disdik Purwakarta, Purwanto, belum lama ini.
Dikatakan, selama ini telah melakukan pembinaan dan pengendalian agar layanan pembelajaran tetap berjalan walau anak-anak tidak bisa ke sekolah dan guru-guru tidak bisa tatap muka dengan peserta didik. “Berbagai format pengawasan sudah kita jalankan termasuk pengawasan langsung oleh para pengawas,” tambah Purwanto.
Terkait masa pandemi Covid-19 ini, memang menurutnya ada kebijakan relaksasi kurikulum dimana materi-materi belajar hanya diambil yang pokoknya saja, untuk itu kurikulum darurat diambil oleh Disdik sebagaimana yang sudah diedarkan dan diumumkan ke sekolah-sekolah.
“Sesuai anjuran dari kemendikbud. Karena kurikulum darurat yang dipakai, maka jam pelajaran tidak seperti kondisi normal sehingga pembelajaran bisa selesai jam 11. Selain kita keluarkan juga model pembelajaran jarak jauh baik daring maupun luring yg harus dilaksanakan oleh guru. Tentu kendalanya adalah jarak sekolah, kadang guru hanya bisa keliling untuk menemui peserta didik satu hari hanya satu orang bisa ditemui. Seperti daerah tertentu, maniis, sukasari,” katanya menjelaskan.
Dengan kondisi Covid-19 memang memerlukan adaptasi pembelajaran yang rumit. Karenanya menurut Purwanto, pembelajaran jarak jauh dengan sistem luring mewajibkan guru memberikan buku-buku paket sekolah untuk dibawa pulang dan dipelajari dibawah bimbingan orang tua dan keluarga, selanjutnya guru wajib me-review tugas terstruktur yang diberikan secara berkala.
“Kadang guru-guru keliling ke rumah saat pembelajaran luring, malah anak didiknya ada yang ikut orang tua ke sawah atau ke pasar. Tentu ini kendala bersama,” ucapnya.
Namun menurut Purwanto, pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas bilamana benar ada guru yang tidak melaksanakan tugas mengajar pada masa pandemi ini.
Sementara, jauh hari Disdik setempat telah berupaya mengantisipasi kejadian seperti itu dengan meluncurkan klinik khusus untuk pembelajaran jarak jauh atau Belajar Dari Rumah (BDR).
Klinik BDR ini diakui Purwanto merupakan pertama di Jawa barat. Klinik ini untuk melayani pengaduan diberlakukannya metode Belajar Dari Rumah (BDR). “Jadi jika ada masyarakat yang merasa anaknya tidak terlayani dengan baik hak belajarnya, atau ada guru yang tidak mengajar serta mendapatkan kesulitan mengajar, bisa melapor ke klinik BDR,” pungkasnya. (**)
BRI dan TNI Perkuat Kolaborasi Sosial Lewat Renovasi Masjid Annur di Kodim 0605 Subang
BRI Genjot Pembiayaan Properti dan Otomotif Lewat Consumer Expo 2026 di Bandung
Cashback hingga Kartu Debit FC Barcelona Jadi Magnet BRI di Indomaret Fun Bike 2026
BRI Perkuat Digitalisasi Transaksi Merchant di Bandung Lewat Program Merchant Lucky Ride
Zakat Pekerja BRI Jadi Investasi SDM Jawa Barat, 556 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa