KAB. BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Pajak Penerangan Jalan (PPJ) merupakan salah satu jenis Pajak Daerah yang cukup potensial dan memberikan kontribusi positif dalam penerimaan Pajak Daerah serta dipandang mampu menjadi pendorong pembangunan daerah. Pemungutan PPJ diatur di dalam Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah beserta perubahannya dan Peraturan Bupati Bandung Nomor 39 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemungutan Pajak Penerangan Jalan.
Kontribusi PPJ terhadap penerimaan Pajak Daerah di Kabupaten Bandung cukup signifikan, kontribusi tersebut diperoleh dari PT. PLN (Persero) Induk (UID) Jawa Barat Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya, UP3 Bandung dan UP3 Cimahi yaitu rata-rata sekitar 30% (tiga puluh persen) setiap tahunnya. Untuk itu dalam rangka mengoptimalkan Pendapatan Pajak Penerangan Jalan dan mewujudkan keamanan dan kenyamanan, Pemerintah Kabupaten Bandung menghimbau kepada masyarakat dan para pengguna listrik sebagai berikut :
1. Melakukan pembayaran tagihan listrik tepat pada waktunya atau sebelum tanggal 20 setiap bulannya;
2. Bagi pelanggan yang terlambat membayar rekening listrik, maka PLN akan melakukan mekanisme sebagai berikur ;
a. Tunggakan 1 bulan : Bulan H (lewat tanggal 20) akan dikenakan sanksi pemutusan sementara segel MCB.
b. Tunggakan 2 bulan : Bulan H+1 (meskipun belum lewat tanggal 20) akan dikenakan sanksi pemutusan bongkar KWH meter dan MCB serta penggantian ke meter prabayar (pulsa)
c. Tunggakan lebih dari 2 bulan : lewat tanggal 20 akan dikenakan sanksi pemberhentian dari pelanggan PLN.
Disamping itu untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dan para pengguna listrik, Pemkab Bandung juga menghimbau :
1. Bagi masyarakat untuk kehandalanya listrik tidak diperkenankan bermain layang-layang di sekitar jaringan kabel listrik 20.000 volt;
2. Jarak aman dengan jaringan listrik adalah 3 meter, demi keselamatan dan kenyamanan bersama mari jaga jarak baliho, reklame, umbul-umbul, bangunan, dan pohon. Untuk itu bagi masyarakat yang memiliki tanaman/pohon dekat dengan jaringan listrik sehinggga mengganggu pasokan listrik, dimohon kerelaannya untuk dipangkas bersama-sam dengan petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN).
3. Tidak menggunakan listrik secara illegal karena sangat berbahaya, salah satunya dapat menyebabkan kebakaran.*(Ayi Purnama)
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa