Mentri Pertanian RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si. MH saat foto bersama Pemilik PT Alamanda Sejati Utama, Komar Muljawibawa. Foto : Deli
KAB. BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Dari kegiatan ekselerasi dan Pelepasan ekspor Komoditi sayuran Jawa Barat, yang dilakukan Mentri Pertanian RI, Dr.H Syahrul Yasin Limpo, SH.M.Si.MH, di PT Alamanda Sejati Utama, jl. Raya Pangalengan no 486, Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak lebih dari 700 petani asal Kabupaten Bandung untuk tingkatkan produksi sayur dan buah untuk penuhi pasar lokal dan ekspor.
Petani sayur dan buah yang berasal dari kecamatan Cibodas Pengalengan, Ciwidey dan Lembang ini tergabung dalam 20 kelompok tani dan bermitra dengan PT Alamanda Sejati Utama.
“Saya sangat mengapresiasi kemitraan ini, kedepan saya mengajak semua pihak untuk meningkatkan produksi tiga kali lipat. Jika perlu bantuan segera sampaikan kepada saya, kita fasilitasi agar petani dapat lebih sejahtera,” kata pria yang biasa disapa SYL ini saat meninjau proses bisnis ekspor sayur dan buah di instalasi karantina tumbuhan di rumah kemas milik PT Alamanda Sejati Utama, di Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/1).
Menurut Mentan, jajarannya di karantina pertanian memberikan layanan pemeriksaan di gudang pemilik. Layanan “jemput bola” selain untuk menjamin pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan ekspor juga untuk mempercepat proses bisnisnya.
“Terobosan dan inovasi untuk layanan cepat ekspor ini akan terus dilakukan, juga pemangkasan izin-izin, kami sederhanakan agar ekspor bisa kita genjot,” tegasnya.
SYL saat meninjau proses bisnis ekspor sayur dan buah di instalasi karantina tumbuhan di rumah kemas milik PT Alamanda Sejati Utama, di Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/1).Foto : Deli
Mentan yang hadir bersama dengan Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Gungun Gunawan, Wakil Ketua DPD RI, Hasan Basra, senator Jawa Barat, Aa Oni Suwarman dan jajaran pejabat eselon 1 lingkup Kementan juga melepas ekspor produk sayur mayur, umbi dan buah asal Jawa Barat sebanyak 73,6 ton dengan nilai Rp 4,17 milyar ke Singapura, Cina, Hongkong dan Korea Selatan.
Menyikapi alih fungsi lahan yang seolah menjadi hantu pada penyempitan lahan pertanian, diungkapkan mentan, kami menginginkan ketegasan di lapangan, yaitu dengan menerapkan Undang-Undang yang berlaku, agar ada efek jera, dengan tidak mengenal siapa pelakunya.
“Berdasarkan ketetapan Undang – Undang, Hukuman bagi pelanggar alih fungsi lahan 6 tahun penjara, belum termasuk denda dan ini harus diterapkan,” ungkapnya.
Sementara Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil yang mendampingi Mentan SYL di kunjungan kerjanya memaparkan dari data lalu lintas ekspor di Karantina Pertanian Bandung, eksportasi sayur buah asal Jabar di tahun 2019 meningkat hampir 3 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Di ungkapkan Ali Jamil, Tercatat di tahun 2018 ekspor sayur mayur hanya 996.2 ton dengan nilai Rp. 66,1 miliar. Sementara di tahun 2019 dari data sertifikasi karantina, eksportasi tercatat 2.636 ton dengan nilai Rp. 80,5 miliar, meningkat sangat signifikan.
Pemilik PT Alamanda Sejati Utama, Komar Muljawibawa menyambut ajakan Mentan untuk meningkatkan ekspor, tiga kali lipat. Ini sangat menantang dan sangat dibutuhkan dukungan Kementerian Pertanian baik dipusat maupun di dinas.
“Dengan terjun langsung seperti sekarang ini, saya menjadi lebih yakin kita memiliki semangat yang sama. Saya percaya Mentan RI ekspor sayuran dan buah Nasional 2019 meningkat Signifikan.”.
“Dengan terjun langsung seperti sekarang ini, saya menjadi lebih yakin kita memiliki semangat yang sama. Saya percaya gerakan tiga kali lipat ekspor, Gratieks ini tidak saja akan jadi kebanggaan bagi kita sebagai insan pertanian tapi juga bagi bangsa, insya Alloh,” pungkasnya Alloh,” pungkasnya.
Wakil Bupati Bandung H. Gun Gun Gunawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung selalu berupaya mendorong peningkatan produksi pertanian, diantaranya melakukan kerjasama dengan beberapa kelompok tani di tiap kecamatannya.
Dijelaskan Gun Gun Gunawan, Hasil komoditi pertanian berupa sayuran dan buah, ada di hampir 16 Kecamatan di kabupaten Bandung.
Bukan hanya sayuran, pada komoditi buah, Kabupaten Bandung juga bisa mengekspor manggis, selain Beras Hitam yang merupakan keras terbaik secara Nasional di ekspor ke negara Jepang, belum termasuk produksi Kopi kurang berkualitas yang sudah dikenal baik secara Nasional maupun Internasional
Gun Gun Gunawan pun berharap, kehadiran Mentri Pertanian RI di Kabupaten Bandung, dapat memicu semangat para petani Kabupaten Bandung dalam meningkatkan hasil produksi pertaniannya.* (Deli)
editor : dado
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
BRI Peduli Serahkan Ambulans ke Polres Kuningan, Perkuat Layanan Darurat untuk Masyarakat
BRI Gandeng Gereja di Bandung Salurkan Ratusan Paket Sembako bagi Masyarakat Rentan
BRI Perkuat Sinergi dengan Lapas Banjar Lewat Bantuan Ambulans Program TJSL
BRI dan TNI Perkuat Kolaborasi Sosial Lewat Renovasi Masjid Annur di Kodim 0605 Subang
BRI Genjot Pembiayaan Properti dan Otomotif Lewat Consumer Expo 2026 di Bandung
Cashback hingga Kartu Debit FC Barcelona Jadi Magnet BRI di Indomaret Fun Bike 2026
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa