Petugas Damkar Kota Cimahi, sedang melakukan penanganan sarang tawon yang bersayang dirumah warga. (Foto: Tribunjabarnews.com).
CIMAHI, FORMASNEWS.COM – Akhi – akhir ini, masyarakat Cimahi dikejutkan dengan adanya beberapa sarang tawon yang tinggal atau bersayang dirumah rumah penduduk. Keberadaanya, sangat dihawatirkan masyarakat. Sehingga, tak herang ada 7-10 laporan dan penanganan sarang tawon yang masuk ke Damkar Kota Cimahi. Maka, atas laporan itu menjadi atensi bagi Satuan Polisi Pamong Praja PP dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Cimahi.
Komandan Regu (Danru) I Damkar Kota Cimahi, Indrahadi, mengatakan sarang lebah atau tawon tersebut terdapat di area rumah-rumah milik warga. Dikhawatirkan keberadaan lebah itu akan mengancam keselamatan. “Dalam sebulan, ada 7-10 laporan dan penanganan sarang tawon yang masuk ke Damkar Kota Cimahi,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat Damkar Kota Cimahi, Jalan Raya Baros, Jumat (30/8/2019).
Dikatakannya, para petugas Damkar Kota Cimahi sering menangani pemusnahan sarang tawon. Pasti ada aja laporan, dari warga dan pihak Damkar setelah ada laporan langsung dilakukan penanganan. “Namun, untuk penanganan tawon di rumah warga, biasanya pihaknya menerima laporan terkait ancamannya. Kemudian, personel Damkar Kota Cimahi melakukan survey,” katanya.
Setelah melakukan survey, dengan menggunakan peralatan yang dimiliki petugas Damkar akan langsung melakukan evakuasi dan pemusnahan sarang lebah tersebut. “Masyarakat itu laporan ke nomor layanan Damkar (022-6658113 atau 113). Nanti dengan dasar laporan mereka survey,” ujar Indrahadi.
Lebih lanjut, Indrahadi menjelaskan, teknik penanganan yang dilakukan personel Damkar Kota Cimahi selama ini dilakukan dengam cara pembiusan. Sementara peralatan yang biasa digunakan adalah bensin, golok, karung dan tangga. “Kalau rata-rata ukuran diameter Sarwonnya sekitar 50 cm,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan evakuasi bisa saja dilakukan siang atau malam hari. Namun, evakuasi sarang tawon yang dilakukan di rumah warga sering dilakukan malam hari.<span “=””> Karena, jika malam hari, lebahnya cenderung lebih kondusif dibandingkan kondisi pada siang. Maka, yang lebih aman dilakukan malam hari, meminimalisir ancaman bagi petugas maupun anggota keluarga, termasuk masyarakat sekitar,” katanya.
Selain penanganan terhadap sarang tawon, pihaknya juga kerap melakukan penanganan terhadap kejadian darurat lainnya. Seperti, dicontohkannhya, bila ada kejadian penemuan ular yang dianggap berbahaya, maka pihaknya pun akan melaksanakan penanganan. “Terus misalnya ada hewan memerlukan pertolongan, ya kita tolong. Seperti kucing yang terjebak dan butuh pertolongan,” tegas Indrahadi. (***).
BRI Ubah Pola Kurban Korporasi, Insan BRILian Bandung Sebar Hewan Kurban Langsung ke Kampung-Kampung
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa