Walikota Bandung, Oded M Danial (Tengah baju coklat) poto bersama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat sepakat untuk terus menyosialisasikan pengurangan penggunaan kantong plastik. Sebagaimana yang tetuang dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor: 17 Tahun 2012 tentang pengurangan penggunaan kantong plastic, di Balai Kota Bandung, Senin (3/12/2018). Foto : (Istimewa)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat sepakat untuk terus menyosialisasikan pengurangan penggunaan kantong plastik. Sebagaimana yang tetuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor: 17 Tahun 2012 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.
“Dilapangan ada pengusaha ritel yang melakukan (menghapuskan katong plastik). Ada juga kantong plastik dari Hypermart yang umurnya 4 bulan. Itu sudah bagus sehingga ritel yang lain juga bisa menduplikasnyai, “ ujar Walikota Bandug, Oded M Danial usai bertemu Aprindo Jabar di Balai Kota Bandung, Senin (3/12/2018).
Dikatakan, Oded Perda tentang itu sudah ada, sementara Perwanya sedang dalam proses. Intinya implementasi dilapangan harus ada ajakan kepada masyarakat dan niat harus lebih komprehensif. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya sinergitas antara Pemkot Bandung dan para pengusaha ritel, termasuk masyarakat harus mampu meminimalisir penggunaan kantong plastik.
Sekretaris DPD Aprindo Jawa Barat, Hendri Hendrata, dalam kesempatan yang sama menegaskan dukungannya terhadap program Pemkot Bandung untuk mengurangi penggunaan kantong plastic akan terus dilakukan. Program Pemkot Bandung, dalam hal pengurangan kantong plastic akan terus dilakukan Pihaknya, akan terus mengajak masyarakat jika belanja lebih baik membawa kantong dari rumah atau ramah lingkungan.
“Penggunaan kantong plastik secara umum masih digunakan para konsumen, karena beranggapan praktis dan mudah digunakan serta gratis. Konsumen itu senang, karena kresek itu gratis dan bagian dari pelayan,: ujarnya.
Namun demikian, lanjut Hendri, mengingat kembali pada tahun 2016, ketika kantong plastik berbayar berjalan selama tiga bulan, pengurangan kantong plastik mencapai 30 persen.”Ketika itu, kantong plastik dihargai Rp. 200. Itu lumayan, 30 persen berkurangnya. Terpenting sekarang ini kita mendukung pemerintah dan mengedukasi kepada masyarakat untuk lebih memahami,” tuturnya. (Yat)
Dorong Lingkungan Bersih di Kawasan Pendidikan Militer, BRI Salurkan Armada Sampah ke Sesko AU
BRI Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah Rp200 Juta untuk Warga Antapani
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa