Ilustrasi
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Tingkat kepuasan warga terhadap layanan pendidikan di Kota Bandung mencapai 83,8 persen berdasarkan survei Litbang Kompas. Namun di balik capaian tinggi tersebut, persoalan pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Data survei menunjukkan bahwa perbaikan di sektor pendidikan memang mulai dirasakan masyarakat, terutama pada aspek infrastruktur dan proses pembelajaran. Pemerintah Kota Bandung dalam setahun terakhir menggenjot pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, perbaikan fasilitas dasar seperti toilet, hingga pembangunan unit sekolah baru untuk menjawab kebutuhan kapasitas.
Program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) juga menjadi salah satu instrumen penting dalam menopang operasional sekolah. Kebijakan ini memberi ruang bagi sekolah untuk lebih mandiri dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar yang selama ini kerap menjadi kendala.
Namun, distribusi kualitas pendidikan belum merata. Sekolah di kawasan padat penduduk masih menghadapi keterbatasan ruang belajar dan kapasitas siswa, sementara di wilayah lain kualitas fasilitas belum sepenuhnya setara. Ketimpangan ini menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran secara keseluruhan.
Selain infrastruktur, tantangan juga muncul dari faktor sosial ekonomi. Meski bantuan pendidikan telah menjangkau lebih dari 22 ribu siswa dari keluarga rentan, tekanan ekonomi masih berisiko menghambat keberlanjutan pendidikan sebagian siswa.
Di sisi lain, pendekatan pendidikan di Bandung mulai bergerak ke arah yang lebih komprehensif. Penguatan pendidikan karakter dan pengembangan sistem deteksi dini kesehatan mental menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan siswa yang semakin kompleks. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi dipandang sebatas akademik, tetapi juga menyangkut kesejahteraan psikologis siswa.
Wali Kota Muhammad Farhan menegaskan bahwa pekerjaan terbesar ke depan adalah memastikan seluruh sekolah memiliki standar kualitas yang setara. Menurutnya, capaian kepuasan publik harus diikuti dengan upaya konkret untuk menutup kesenjangan antarwilayah.
Ia menekankan bahwa penguatan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas proses belajar dan dukungan menyeluruh terhadap siswa. Pemerintah kota, kata dia, akan terus mendorong kebijakan yang berdampak langsung pada pengalaman belajar siswa di kelas.
Dengan tingkat kepuasan yang sudah tinggi, arah kebijakan pendidikan di Bandung kini bergeser dari sekadar peningkatan menuju pemerataan. Tantangannya bukan lagi membangun, tetapi memastikan setiap siswa, di mana pun mereka bersekolah, mendapatkan kualitas pendidikan yang sama. (red)
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa