Pj. Sekretaris Daerah Kota Cimahi Budi Raharja dan kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati sedang kegiaatan Monevdi Aula Gedung A Kantor Pemkot Cimahi, Jumat (06/09/2024)./Foto: Ist.
CIMAHI, FORMASNEWS.COM – Untuk mendorong peran aktif masyarakat, Pemerintah Daerah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menggelar intervensi dan Monitoring dan Evaluasi (Monev) RW Siaga Aktif dalam implementasikan Gerakan masyarakat (Germas) dan upaya Kota Sehat, di Aula Gedung A Kantor Pemkot Cimahi, Jumat (06/09/2024).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Budi Raharja mengatakan, RW Siaga adalah suatu tatanan masyarakat yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawat-daruratan kesehatan secara mandiri.
“Selain itu juga, merupakan salah satu unsur penting dalam pentahelix. RW Siaga Aktif, merupakan salah satu motor pengerak dalam dinamika kegiatan menuju kota sehat terutama dalam tatanan kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri,” ujarnya.
Dikatakan Budi Raharja, begitu juga kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengkolaborasikan semua unsur pentahelix untuk mewujudkan Kota Cimahi sebagai Kota Sehat.
“Kegiatan hari ini adalah Sosialisasi RW Siaga Aktif terkait Kota Sehat. Kota Sehat ini adalah sesuai dengan surat keputusan bersama Mendagri dan Menteri Kesehatan sejak tahun 2005 bahwa untuk mendukung IPM dimensi kesehatan itu salah satu bentuknya adalah terbentuknya Kabupaten / Kota Sehat, Kabupaten atau Kota Sehat ini memang kata kuncinya itu adanya kolaborasi yang dukungan dari semua stakeholder baik itu pemerintah, swasta dan juga masyarakat seperti sekarang dikenal dengan pentahelix termasuk media dan pelaku usaha,” ungkapnya.
Masih menurut Budi, upaya meraih predikat sebagai Kota Sehat sejalan dengan visi jangka panjang Cimahi yakni sebagai Kota yang Campernik, yang berarti bahwa Kota Cimahi adalah kota yang maju, unggul dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal itu tentunya harus disertai dengan aksi meningkatkan kesehatan masyarakat Kota Cimahi.
“Tentu kondisi masyarakatnya harus betul-betul sehat gitu ya. Nah nanti akan disosialisasikan kembali di tingkat RW, yang nantinya akan dilombakan dan dinilai. Lomba-lomba ini bukan tujuan seutuhnya tapi menjadi alat bagaimana RW bisa terlibat aktif dalam mewujudkan Kota Cimahi sebagai Kota Sehat,” tandas Budi.
Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati menyampaikan, indeks kesehatan masyarakat Kota Cimahi telah mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Saat ini, indeks kesehatannya sudah di angka 84,31, artinya nilainya sudah naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Untuk mewujudkan Cimahi sebagai Kota sehat, pihaknya telah melakukan persiapan sejak tahun 2017. Kota Cimahi tidak lagi menyandang predikat Kota Sehat, oleh karenanya melalui Dinkes dan Dinas terkait lainnya, Pemkot Cimahi akan berupaya untuk meraih kembali predikat Kota Cimahi sebagai Kota Sehat.
“Tentunya berbagai upaya akan kita lakukan bersama agar dapat kita mendapatkan kembali predikat sebagai Kota Sehat, dimana salah satu unsurnya adalah kita harus sudah bebas ODF, itu yang sedang kita gagas dengan Forum Kota Sehat. Targetnya tahun depan mengikuti verifikasi tingkat Provinsi, di bulan Oktober ini akan turun penilaian dari Provinsi, tahun depan kita mengikuti penilaian. Jadi persiapan sudah dilakukan jauh-jauh agar dapat meraih hasil yang optimal,” tuturnya.
Adanya kegiatan intervensi dan monev RW Siaga Aktif dalam implementasi Germas dan Kota Sehat Tingkat Kota Cimahi tahun 2024, dapat dijadikan momentum untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan dan mewujudkan Kota Sehat di Kota Cimahi. Sasaran kegiatan Intervensi RW Siaga Aktif ini adalah 15 kelurahan se-Kota Cimahi dengan 1-2 lokus pada masing-masing kelurahan.
Adapun beberapa hal yang menjadi fokus intervensi ini adalah : inovasi dalam peningkatan gerakan masyarakat hidup sehat, inovasi dalam mewujudkan Cimahi zero new stunting, inovasi dalam pencegahan DBD, inovasi dalam gerakan TOSS TB dan cegah HIV. Hal tersebut perlu dilaksanakan guna mencapai tujuan SDG’s, yaitu terwujudnya kehidupan yang sehat dan sejahtera. (Red).
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Pengungsi Pergerakan Tanah Bantargadung Masih Bertahan di Posko, BRI Salurkan Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa