Gebyar Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) BAZNAS Kota Bandung yang digelar di Sekretariat PCNU Kota Bandung, Kamis (20/8/2026). (Foto: Istimewa)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandung mulai menggeser paradigma pengelolaan zakat dari sekadar penyaluran bantuan menuju pemberdayaan ekonomi yang lebih produktif. Salah satu langkahnya diwujudkan melalui pengembangan Z Kopi (Zakat Kreatif Optimalkan Potensi dan Inklusi) di lima lokasi di Kota Bandung.
Inovasi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Gebyar Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) BAZNAS Kota Bandung yang digelar di Sekretariat PCNU Kota Bandung, Kamis (20/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bandung menyalurkan bantuan ZIS senilai Rp916.392.233 kepada 470 penerima manfaat. Penyaluran bantuan dilakukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga bantuan kemanusiaan.
Namun, di balik penyaluran tersebut, BAZNAS Kota Bandung juga tengah membangun strategi agar dana umat dapat memberikan dampak yang lebih panjang. Z Kopi dikembangkan sebagai unit usaha produktif yang diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat.
Saat ini, lima titik Z Kopi tengah dalam proses pembangunan, yakni di PCNU, PD Muhammadiyah, PD Persis, Kantor BAZNAS Kota Bandung, dan DKM Masjid Al-Ukhuwah.
Program tersebut menjadi salah satu upaya BAZNAS untuk mengembangkan potensi zakat melalui pendekatan ekonomi kreatif sekaligus memperluas inklusi. Dengan model usaha produktif, zakat diharapkan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kota Bandung, Drs. H. Momon Ahmad Imron Sutisna, menegaskan bahwa pengelolaan dana umat harus dilakukan secara transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini kita lakukan sebagai wujud transparansi kami dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Sekaligus sebagai wujud terima kasih kepada para muzaki yang luar biasa, di mana dana yang terkumpul sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Hingga Juli 2026, BAZNAS Kota Bandung telah menghimpun Rp16,3 miliar atau sekitar 50 persen dari target penghimpunan sepanjang tahun ini. Sebanyak 92 persen dari dana tersebut berasal dari zakat, dengan zakat penghasilan menjadi kontributor terbesar.
Dari dana yang telah dihimpun, sekitar 95 persen telah disalurkan melalui lima program utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, serta dakwah dan keagamaan.
Dalam Gebyar ZIS kali ini, bantuan yang diberikan mencakup paket sembako, beasiswa pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, modal usaha, biaya pengobatan, pelunasan tunggakan BPJS, alat kesehatan, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), bantuan bagi korban kebakaran hingga bantuan tunggakan kontrakan.
Besarnya dana yang disalurkan sekaligus memperlihatkan luasnya kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran program zakat. Karena itu, penguatan pemberdayaan ekonomi dinilai penting agar sebagian penerima manfaat dapat didorong menuju kondisi yang lebih mandiri.
Untuk memperkuat akurasi dan tata kelola penyaluran, BAZNAS Kota Bandung juga menandatangani nota kesepahaman dengan lima mitra strategis, yaitu UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Disdukcapil Kota Bandung, Dinas Sosial Kota Bandung, TP PKK Kota Bandung, dan Forum Bandung Sehat.
Kerja sama dengan berbagai lembaga tersebut mencakup penelitian dampak zakat, pengembangan sumber daya manusia, verifikasi dan validasi data mustahik, pelayanan administrasi kependudukan, pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemberdayaan keluarga hingga peningkatan kesehatan masyarakat melalui Posyandu.
Langkah penguatan tata kelola tersebut mendapat dukungan dari Wali Kota Bandung M. Farhan. Sebelumnya, Farhan juga memfasilitasi pertemuan BAZNAS Kota Bandung dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mempelajari strategi investasi syariah.
Upaya tersebut menunjukkan adanya dorongan agar dana zakat tidak hanya dikelola untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dapat dioptimalkan secara produktif dan berkelanjutan sesuai prinsip pengelolaan dana umat.
Gebyar Penyaluran ZIS BAZNAS Kota Bandung turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Penghimpunan Zakat BAZNAS RI Dr. Rizaludin Kurniawan, jajaran pimpinan BAZNAS Jawa Barat, Ketua/Rois Syuriyah PCNU Kota Bandung Drs. KH Khoiruddin Aly, Kepala Disdukcapil Kota Bandung Tatang Muhtar, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung dr. H. Yorisa Sativa, serta anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung.
Dengan penghimpunan yang terus digenjot, penguatan basis data dan inovasi seperti Z Kopi, BAZNAS Kota Bandung menargetkan zakat dapat memainkan peran yang semakin besar dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga.
Bagi BAZNAS Kota Bandung, tantangannya bukan hanya menghimpun dana umat sebanyak-banyaknya, tetapi memastikan setiap rupiah yang dipercayakan muzaki mampu menghasilkan manfaat, kemandirian, dan perubahan kehidupan bagi masyarakat yang membutuhkan. (red)
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
BRI Peduli Serahkan Ambulans ke Polres Kuningan, Perkuat Layanan Darurat untuk Masyarakat
BRI Gandeng Gereja di Bandung Salurkan Ratusan Paket Sembako bagi Masyarakat Rentan
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa