(Foto Istimewa).
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan sistem pengelolaan. Menurutnya, kunci utama ada pada edukasi berkelanjutan yang menyentuh kesadaran masyarakat hingga ke akar, termasuk melalui pendekatan spiritual dan sosial.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi Bulanan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kota Bandung, di Pendopo Kota Bandung, Kamis, 8 Januari 2026.
“Edukasi itu bagian dari ikhtiar kita. Saya yakin pendekatan spiritual dan sosial sangat penting untuk membangun kesadaran memilah sampah,” ujar Farhan.
Farhan secara khusus mengajak para alim ulama, kiai, pimpinan pondok pesantren, hingga pengurus masjid untuk ikut ambil peran aktif dalam menyampaikan pesan pilah sampah kepada masyatakat. Menurutnya, lingkungan keagamaan memiliki kekuatan besar dalam membentuk kebiasaan dan karakter masyarakat.
Ia menilai, santri dan jemaah masjid dapat menjadi agen perubahan melalui pembelajaran langsung, mulai dari memilah sampah hingga mengolah sampah organik dalam kehidupan sehari-hari.
“Para santri bisa belajar mengolah sampah, terutama sampah organik. Para pengurus masjid juga bisa menyampaikan pesan sederhana tapi penting, jangan lupa pilah sampah, karena sampah hari ini harus habis hari ini,” katanya.
Farhan menyinggung slogan “buanglah sampah pada tempatnya” bukanlah kebiasaan yang terbentuk dalam waktu singkat. Butuh puluhan tahun pendidikan dan pengulangan agar pesan tersebut tertanam di masyarakat. Kini, menurutnya Bandung perlu melangkah lebih jauh.
“Sekarang bukan hanya buang sampah pada tempatnya. Tapi dipilah dulu, dipilah dulu. Ini harus terus diajarkan,” katanya.
Edukasi pilah sampah, lanjut Farhan, harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari santri, siswa TPQ, jemaah majelis taklim, hingga masyarakat umum.
Ia berharap nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat tumbuh seiring dengan nilai keagamaan dan sosial.
“Karena itu saya sangat mengharapkan bantuan para kiai, ulama, ustaz dan ustazah untuk menyampaikan pesan ini. Kalau kesadaran sudah tumbuh pengelolaan sampah akan jauh lebih mudah,” harapnya. (kyy)
Ribuan Aset BRI Dibuka untuk Masyarakat, Gebyar Lelang 2026 Digelar Serentak
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa