Komisi C DPRD Kota Bandung menerima Audiensi Paguyuban Bandungariung terkait pengolahan dan pengelolaan sampah di Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Selasa (19/09/2023)./Foto : Indra
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Komisi C DPRD Kota Bandung menerima Audiensi Paguyuban Bandungariung terkait pengolahan dan pengelolaan sampah di Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Selasa (19/09/2023) pekan lalu.
Audiensi ini berkaitan dengan persoalan sampah menjadi permasalahan akibat peristiwa kebakaran di TPA Sarimukti beberapa waktu lalu.
Audiensi tersebut, dipimpin oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi, S.P., bersama Wakil Ketua Komisi C Ir. H. Agus Gunawan dan Sekretaris Komisi C drg. Maya Himawati. Serta hadir Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Dr. Uung Tanuwidjaja, S.E., M.M., Sandi Muharam, S.E., dan Iman Lestariyono, S.Si.
Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh Bandungariung dalam merubah pola pikir masyarakat terhadap sampah.
“Kita terus mendorong berbagai gerakan masif yang bisa merubah mindset masyarakat terhadap sampah, seperti Buruan SAE, Bank Sampah, dan lain sebagainya. Sehingga sadar bahwa sampah harus dikelola,” ujarnya, saat audiensi.
Menurut Yudi, saat ini sampah yang dihasilkan di Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari. Sedangkan sampah yang diangkut ke TPA Sarimukti sekitar 1.200 ton, dan 300 ton sudah selesai di sumbernya masing-masing.
“Kami juga mendorong partisipasi masyarakat, dari 1.856 RW di Kota Bandung, sekitar 14 persennya sudah mengolah sendiri. Ke depannya kami berharap ini terus bertambah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Agus Gunawan mengatakan, dalam dua bulan terakhir turun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi dan pengelolaan sampah.
Ia menuturkan, sudah mulai banyak masyarakat yang sadar untuk memilah dan mengolah sampah.
“Masyarakat sudah mulai sadar untuk memilah sampah, tinggal bagaimana yang sampah organiknya. Sehingga gerakan dan sosialisasi yang masif memang dibutuhkan,” ujarnya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Uung Tanuwidjaja berharap adanya kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam menangani persoalan sampah di Kota Bandung. Sehingga masukan dan saran dari masyarakat dibutuhkan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Terima kasih akan saran dan masukannya, ide dan gagasan yang ini kita harapkan bisa direalisasikan dalam menyelesaikan persoalan sampah di Kota Bandung,” ucapnya.
Perwakilan Paguyuban Bandungariung, Martin B. Chandra mengatakan pihaknya bertujuan untuk membuat gerakan moral yang menunjukkan kepedulian secara nyata terhadap Kota Bandung.
“Kita bersama-sama memiliki semangat untuk mewujudkan Kota Bandung yang aman, nyaman, dan tertib. Dalam kesempatan ini, kepedulian kita terhadap masalah sampah di Kota Bandung,” katanya. (Rio).
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa