Pansus 1 DPRD Kota Bandung, saat menggelar rapat kerja bersama Dinas Koperasi dan UKM, Disdukcapil, dan Disnaker, pembahasan realisasi kinerja kegiatan TA. 2021, di Ruang Bamus DPRD Kota Bandung, Rabu (11/5/2022)./Foto: Ariel.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Panita khusus (Pansus) 1 DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja bersama Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dan Dinas Tenaga Kerja (Disnake) Kota Bandung.
Agenda rapat kerja, membahasan realisasi kinerja kegiatan Tahun Anggara (TA) 2021, di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (11/5/2022).
Rapat dipimpin Ketua Pansus 1, Ferry Cahyadi Rismafury, SH, dan dihadiri Wakil Ketua Pansus 1, Drs. Riana, serta para anggota Pansus 1, yaitu H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si; Drs. Heri Hermawan, M.Pd; Hj. Salmiah Rambe, S.Pd, M.Sos; Hj. Nenden Sukaesih, SE; Iman Lestariyono, S.Si; Hasan Faozi, S.Pd; dan H. Riantono, ST., M.Si.
Ketua Pansus 1 DPRD Kota Bandung, Ferry Cahyadi Rismafury mendorong agar efektifitas dan kebermanfaatan dari keberadaan koperasi agar lebih maksimal dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas secara optimal.
“Keberadaan koperasi di Kota Bandung harus bisa lebih dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, koperasi saat ini cukup banyak, sehingga membiaskan informasi bagi masyarakat mana yang masih aktif dan di bawah pemerintahan, dan yang tidak. Maka keberadaannya harus disosialisasikan kepada publik,” ujarnya.
Wakil ketua Pansus 1 DPRD Kota Bandung, Riana menuturkan dampak keberadaan koperasi di masyarakat kurang optimal. Bahkan, target program 30 koperasi di seluruh Kecamatan di Kota Bandung belum terlihat realisasinya.
Diperlukan adanya evaluasi secara keseluruhan untuk memperbaiki perencanaan dan target program dari Dinas Koperasi dan UKM ke depan.
“Program-program yang disusun Dinas Koperasi dan UKM hingga saat ini belum memberikan daya tarik bagi masyarakat untuk bergabung sebagai anggotanya. Ini manakah yang salah programnya atau sosialisasinya yang tidak berjalan? Karena fakta di lapangan, tidak mungkin ada barang atau program bagus tapi masyarakat tidak tertarik,” ujarnya.
Bahkan, kata Riana, dari segi pembinaan dan pelatihan yang sejauh ini dilakukan, pesertanya belum meluas. Artinya ada proses yang tidak berjalan yang dapat menggugah minat masyarakat mengikuti program tersebut.
“Maka perlu adanya koreksi, menjadi percuma kalau targetnya hanya penyerapan anggaran, bukan output yang dihasilkan. Bukankah Kota Bandung menginginkan adanya perubahan, maka perlu adanya evaluasi agar antara target perencanaan dan realisasi itu bisa sesuai,” ucapnya.
Riana pun mendorong agar sertifikasi profesi menjadi program prioritas yang harus segera direalisasikan Dinas Tenaga Kerja. Hal ini agar meningkatkan kesejahteraan para pekerja, dengan mendapatkan penghasilan yang layak sesuai dengan tingkat keahliannya.
“Kenapa sertifikasi profesi ini menjadi penting untuk direalisasikan, karena selama ini, tukang-tukang bangunan yang jago-jago itu rata-rata ijazah pendidikannya maksimal SMA, sehingga mereka hanya mendapatkan upah sesuai dengan ijazahnya, padahal secara keahlian, sekelas insinyur pun belum tentu bisa melakukan pekerjaan apa yang dilakukan tukang,” ucapnya.
Sementara anggota Pansus 1 DPRD Kota Bandung, Heri Hermawan, menyoroti perihal keberadaan koperasi di Kota Bandung yang mencapai 1.800. Namun, dari jumlah tersebut yang aktif ternyata hanya 30 persen. Seandainya seluruhnya bisa aktif kembali, maka dampaknya sangat luar biasa bagi pemulihan ekonomi Kota Bandung pasca pandemi Covid-19.
Di samping itu, Heri pun menyoroti perihal fungsi keberadaan koperasi dan Satgas Anti Rentenir yang diharapkan mampu memberantas aktivitas rentenir di Kota Bandung.
“Satgas antirentenir ini harus terbuka, berapa jumlahnya, termasuk tugas dan kewenangannya seperti apa, ini yang harus disosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga dapat membantu masyarakat untuk dapat lepas dari jerat rentenir ini,” katanya. (Permana)
BRI Perkuat Keamanan Digital, Gencarkan Edukasi Bahaya Penipuan KUR Online
BRImo Bawa Nasabah Asal Sukabumi ke Camp Nou
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa