Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna (kiri) sedang berbincang dengan warga, meninjau lokasi rumah isolasi mandiri, Kamis (1/7/2021). Foto :Ist.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepedulian warga RW 1 Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal dalam penanganan pandemi Covid-19. Pasalnya, di RW 01 RT 2, ada salah satu warga yang sukarela tempat tinggalnya menjadi tempat isolasi mandiri bagi warga sekitar yang terpapar Covid-19.
“Jadi kalau saya lihat dari perspektif empirik, alhamdulillah ada kelebihan yang bisa membanggakan. Yaitu rasa kepedulian, kebersamaan dengan segala keterbatasan masyarakat. Kepedulian yang dibangun oleh RT, Bu RW di mata saya luar biasa,” ujarnya saat meninjau lokasi rumah isolasi mandiri, Kamis (1/7/2021)
Dikatakan Ema, orang-orang seperti ini di Bandung harus terus dibangun. Karena kepeduliannya sangat tinggi, maka mereka berikan untuk tetangganya yang memerlukan fasilitas. Itu keperdulian yang sangat luar biasa. “Itu bisa dikatakan, kolaborasi pemerintah dan masyarakat merupakan nilai penting dalam membangun kepercayaan diri untuk melawan pandemi Covid-19,” tambah Ema.
Saat ini sudah ada 508 rumah isolasi mandiri yang tersebar di beberapa RW di Kota Bandung. Rumah isolasi ini diperuntukan bagi warga setempat yang mengalami OTG (orang tanpa gejala) atau yang bergejala ringan dan sudah mendapatkan rekomendasi dari puskesmas untuk menajalanlan isolasi mandiri.
“Idealnya tempat isoman seperti ini diperbanyak. Jadi nanti tidak semua ke RS (rumah sakit). RS di Kota Bandung sudah berat. Bahkan sudah ada yang menutup pelayanan karena sudah tidak ada tempat tidur. Dalam hal ini, saya juga tetap meminta agar tetap melaksanakan 5 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasasi mobilitas,” paparnya.
Pada kesempatan yanga sama, Ketua RW 1 Kelurahan Kacapiring, Euis Ratna mengatakan, rumah isolasi ini diperuntukan bagi warga yang terpapar Covid-19. “Saat ini ada 1 keluarga yang sedang di isolasi mandiri. Sebelumnya ada 4 tapi sudah keluar,” kata Euis.
Euis memastikan pihaknya juga turut bertanggung jawab memenuhi kebutuhan para warga yang terpapar selama menjalankan isolasi mandiri. Termasuk terus berkoordinasi dengan puskesmas. “Kami sepakat dengan pengurus yang lain tidak akan membebankan masyarakat. Jadi keuangan RW dan RT, kita pergunakan untuk membiayai warga selama isoman 14 hari,” jelasnya.
“Prosedurnya setiap ada yang terpapar saya langsung lapor ke kelurahan untuk pendataan dan ke puskesmas untuk tindak lanjut. Biasanya setelah ada laporan, puskesmas minta KK dan KTP dan hasil swab, besoknya keluarganya langsung ditindak lanjut untuk di-swab juga,” tuturnya. (Yat)
Insan BRILian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Regol Bandung
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa