Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, berbicara soal lockdown RT, di SD Gagas Ceria, Rabu (9 /6/2021). Foto :Ist.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, para Camat dan lurah bersama Satgasnya agar tidak ragu mendorong utuk digelarnya lockdown atau karantina di tingkat RT dan RW. Terlebih saja, jika di wilayah terkecil sekalipun, seperti RT dan RW terjadi eskalasi peningkatan kasus pandemi Covid-19.
“Seperti yang telah dilakukan di RT 07 RW 09 Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung. Wilayah tersebut tepaksa melakukan lockdown karena ada salah satu keluarga besar sebanyak 8 orang positif Covid-19. Maka itu, saya mengapresiasi apa yang dilakukan daerah itu,” ujanya saat berkujunng persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SD Gagas Ceria, Rabu (9 /6/2021).
Dikatakan Ema, lockdown bisa disebut dalam rangka melaksanakan dan menjalankan aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Demikian juga, dilakukannya lockdown RT itu sebetulnya dalam rangka menjalankan apa yang ada dalam PPKM. Untuk itu, pihaknya mengaresiasi apa yang sudah dilakukan warga RT 07 RW 09 Keluraha Dago.
“Tadi malam di group whatsapp pimpinan, saya menegaskan Camat dan lurah jangan ragu untuk melakuka lockdown, kalau saja terjadi ekskalasi. Meskipun, saya sebetulnya tidak mau mengambil pilihan lockdown RT,” tutur Ema.
Lebih lanjut Ema menyatakan, meskipun sampai saat ini belum ada wilayah lain yang melakukan hal yang serupa. Termasuk dirinya pun belum mendapat pengajuan untuk lockdown di tingkat RT. Tapi tadi malam saya juga ingatkan kalau ada yang mau lokdown RT, untuk segera di ajukan, supaya SK Wali Kotanya segera keluar. Walau pun belum keluar, tapi pelaksanaan sudah bisa diawali,” tambahnya.
Dibagi lain, Ema menerangkan keterisian ruang isolasi di Kota Bandung, yang saat ini mencapai angka sekitar 78 persen. Meningkatnya, angka itu karena adanya pergerakan kasus Covid-19 terutama yang bergejala di tempat-tempat ICU. “Karena orang yang bergejala sekarang ini tingkatannya ada kenaikan dari yang biasanya. Maka itu, perlu ada atensi yang lebih tinggi,” katanya.
Terkait adanya penambahan kasus Covid-19, Pemkot Bandung, sudah menyiapkan tempat isolasi mandiri di 19 Kecamatan. Termasuk, ada di 11 Kecamatan yang sekarang ini terus didorong untuk menyiapkan tempat isolasi. “Sepeti, bila saja tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, ada kebijakan yang paling praktis yaitu isolasi mandiri. Tetapi jika masuk kategori berat harus dirawat. Maka itu, pentingnya bagi siapan dan dimanapun berada untuk melakukan Protokol kesehatan yang ketat,” tegas Ema. (Yat)
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa