Abah Toto itu, seorang tukang semir sepatu yang mangkal di masjid lingkugan Disdik Jabar, saat di poto segaja buka maskernya dengan alasan supaya keihatan wajahnya oleh pelanggan dirinya masuk berita, Selasa (25/5/2021). Foto :Yat.
BANDUNG, FORMASNEWS.COM- Dilingkungan kantor Dinas Pendiddikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), yang bernama Abah Toto, sudah tidak asing lagi bagi para pegawai Disdik Jabar. Bahkan bukan hanya para pegawai Disdik, para wartawan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi kemasyaratakan (Ormas) yang punya kepentingan ke Disdik, termasuk para pedagang di lingkungan Disdik sudah pasti mengenal Abah Toto.
Siapa Abah Toto itu, dia adalah seorang tukang semir sepatu keliling dilingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, untuk melakukan profesinya sebagai tukang semir sepatu keliling biasanya suka dor tudor kesetiap kantor. Seperti di Pemerintahan Jawa Barat di Gedung Sate, kantor DPRD Jawa Barat Jalan di Ponogoro, kantor Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Harjakusumah dan Kantor Disdik Jabar, di jalan Rajiman Bandung.
Namun, sejak setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia bahkan dunia, Abah Toto warga yang bertempat tinggal di Kampung Nyengseret RT O3/01 Kelurahanan Pelindung Hewan Kecamatan Astanaayar Kota Bandung. Untuk mengais rejeki dari hasil semir sepatu secara dor tudor dari satu kantor ke kantor lain, sudah tidak bisa lagi, karena adanya kasus Pandemi Covid-19. Tapi kini, Abah Toto, lebih memilih mangkal di mesjid lingkungan Disdik Jabar.
Padahal dirinya pun, meski seorang tukang semir sepatu dalam kasus pandemi Covid-19 ini tahu aturan. Karena dirinya, sering nonton Telivisi. Uuntuk menghindari penyebaran Covid-19, Pemerintah sudah menganjurkan selalu menjaga protokol kesehatan (Prokes), dengan memakai 5 M. “Semua itu, saya lakukan, dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi,” ujarnya saat percakapannya di Masejid Lingkungan Disdik Jabar, Selasa (25/5/2021)
Dikatakan Abah Toto, menjadi profesi tukang semir sepatu keliling dilakoninya, sejak tahun 2000 hingga sekarang, sehingga banyak pelanggannya Abah Toto dikenal sebagai pendekar semir. Dia juga mengaku, beruntung karena dalam situasi Pandemi Covid-19, masih bisa mangkal di Mesjid Lingkungan Disdik Jabar ini.” Maka itu, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dedi sebagai Kepala Dinas dan seluruh jajarannya,” tutur Abah.
Penghasilan sebagai profesi tukang semir saat berkeliling, memang cukup lumayan. Sehari dirinya bisa mengantongi Rp. 150 Ribu hingga Rp. 200 Ribu. Karena selama melakukan semir sepatu para pelangganya tidak mematok harga, dan se iklasnya. “Sekarang Abah, manggkal di masjid. Alhamdulilah masih bisa mengais rejeki, meski penghasilannya tidak sama saat keeliling. Dengan manggkal, disini masih kebagian Rp. 50 Ribu hingga Rp. 100 Ribu,” katanya.
Dimasa pandemi Covid-19 ini, untuk menambah penghasilannya, Abah Toto juga dengan mengandalkan keahliannya, mengaku suka melakukan pengobatan altenatif berupa pengobatan Repleksi, pengobatan panas dalam. Kolsultasi kesehatan ala altenatif. Bahkan bukan hanya itu, dia juga suka mejajakan makanan sehat kepada para pelangganya, yaitu cingcau dan bisa habis sehari 30 hingga 40 bungkus dengan penghasilan Rp. 200 Ribu hinga Rp. 300 Ribu.
“Alham dulillah, dengan semangat yang kuat demi menghidupi keluarganya. Penghasilan sehari hari sekarang ini, tidak goyang lagi. Bahkan bagi dirinya, dengan pengahasilan yang didapatnya cukup utuk menghidupi keluarganya. Sekarang ini, dia sendiri mengaku bisa menabung untuk keperluar biaya anaknya yang sedang sekolah di Perguruang tiggi Universitas Pasundan jurusn ekonomi,” katanya.
Kasus pendemi Covid-19 yang belum diketahui, berahirnya. Kata Abah Toto, untuk menjaga penularan Covid-19, dirinya suka dihasih tahu istrinya yang bernama Ilah Hermina. Kenapa, suka ngasih tahu karena kebetulan istrinya kader PKK di RW dan di Kelurahan pelindung Hewan. “Untuk memberikn contoh ke orang lain, dan anjuran Pemerintah. Kini dirinya, kemanapun pergi, atau saat manggakal di masjid Disdik, selalu mengguanakn Prokes dengan 5 M, sudah nyemir cuci tangan, memakai masker, menjaga jarak menjauhi kerumunan, membatasi interasi,” ucap Abah mengahiri percakapannya. (Yat)
BRILink Melejit di Sukabumi, 4.658 Agen BRI Layani Transaksi Rp47,3 Triliun
Dominasi Sektor Perdagangan, Penyaluran KUR BRI Cibadak Tembus Rp107,8 Miliar
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa