ILUSTRASI ; Seorang petugas Poging sedang menyemprotkan asap poging untuk menghindari DBD. (Foto : Istimewa)
CIMAHI, FORMASNEWS.COM – Musim hujan yang sekarang ini sudah mulai mengguyur dibeberapa daerah, khusunya di Kota Cimahi. Masyatakat diminta, waspada terhadap adanya Demam Berdarah Dangue (DBD). Sebab tren DBD bakal meningkat ketika memasuki musim peralihan dari kemarau ke musim hujan atau disebut pancaroba.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Romi Abdurakhman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, melalui staffnya Eka Febriana mengatakan, meninkatnya tren DBD karena disebabkan populasi nyamuk aedes aegypty yang cenderung lebih banyak.
“Maka itu, selain tetap harus waspada terhadap Covid-19, saat pancaroba ini juga waspadai demam berdarah karena musim hujan itu banyak genangan air, dari situ populasi nyamuk meningkat,” ujarnya kepada wartawan di Balaikota Cimahi, Jalan Raden Deamang Harhakusumah, Senin (26/10/2020).
Dikatakan Eka Febriana, berdasarkan catatan Dinkes, hingga bulann September tercatat kasus DBD di Kota Cimahi mencapai 383 orang. Tiga di antaranya harus meregang nyawa akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Kasus DBD tersebut terdata sejak Januari yang mencapai 67 kasus, Februari 64 kasus, Maret sebanyak 47 kasus, April sebanyak 49 kasus, Mei sebanyak 43 kasus, Juni sebanyak 53 kasus, Juli sebanyak 30 kasus, Agustus sebanyak 22 kasus dan September ada 8 kasus.
“Meningkatnya kasus DBD itu terlihat dari pengalaman musim pancaroba tahun lalu. Dimana pada akhir tahun kasusnya mulai meningkat. Puncaknya terjadi pada awal tahun 2019 atau saat musim hujan. Total kasus DBD Januari lalu mencapai 349 kasus, “ tambahnya.
Untuk mencegah peningkatan kasus DBD, pihaknya mulai melakukan persiapan. Seperti terus menggalakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Selain itu juga, konsep baru yang diterapkan dalam melakukan PSN, yakni dengan membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah.
“Kadernya tentu saja salah satu anggota keluarga di setiap rumah. Konsep ini, adalah dalam rangka pencegahan dari bahaya DBD, dan sebelum penularan. Untuk itu, mulai sekarang meminta kepada warga masyarakat Kota Cimahi untuk terus giatkan lagi melakukan PSN,” ujarnya.
Lebih lanjut Eka menyatakan, selain dengan PSN pihaknya juga sudah menyiapkan petugas fogging untuk memberantas pupulasi nyamuk aedes aegypti, jenis nyamuk yang membawa virus dangue sehingga akan menyebabkan demam berdarah. Maka itu, pihaknya mengimbau masyarakat tetap menjaga lingkungan dan kesehatan tubuh.
“Caranya cukup mudah, yakni dengan menyingkirkan barang-barang bekas yang bisa digenangi air. Apabila ada anggota keluarga yang terjangkit demam, segeralah dibawa ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya. (H.AR/Yat)
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa