Koordinator ABA Bogor Raya Ustad Acep Ayib Raharja, poto bersama usai mendatangani Kesbangpol Bogor. (Foto : Istimewa).
BOGOR, FORMASNEWS.COM- Koordinator Aliansi Benteng Aqidah (ABA) Bogor Raya Ustad Acep Ayib Raharja mengatakan, memperhatikan permasalahan yang timbul dalam hal aqidah terutama kepastian tentang faham dan ajaran Ahmadiyyah di Kabupaten Bogor, sepertinya hingga kini belum kunjung selesai.
Untuk mengetahui permasalahan itu, maka pihaknya datang untuk tatap muka ke Kesbangpol Kabupaten Bogor mempertanyakan, penyelesaian permasalahan di bumi Tegar Beriman itu,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.
Dikatakan, Ayib untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya selama ini berusaha melakukan cara- cara persuasive dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat dengan pihak-pihak terkait. Dengan, harapan tetap kondusifitas bisa terjaga. Lebih lanjut Ayib menyatakan, selama ini pihaknya sering kali dijadikan kambing hitam, bahkan keberadaan FPI, HTI dan wahabi senantiasa dianggap keliru dan juga dianggap ancaman para pejabat dan aparat.
“Kam ingin berdampingan dengan MUI, mengingat apa yang kami lakukan merupakan inisiatif sebagai upaya untuk mengsosialisasikan Fatwa yang sudah dikeluarkan tetapi belum sampai kepada umat,” tambah Acep.
Kedatangan, dirinya ke Bakesbangpol/Kesbangpol, Kamis (4/6/2020) hanya untuk meminta penjelasan dari kesbangpol, itu juga dilakukan secara sepontanitas dengan masa yang tidak banyak karena masih menghargai protokol kesehatan Covid-19. “Namun, bila tidak adianggap dan dipandang sebelah mata, kami juga akan datang kembali dengan masa yang lebih banyak,” katanya.
Sejalan dengan hal itu, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Bogor. Adapun yang akan diskusikan, yang pertama keberadaan Ahmadiyyah yang masih melakukan penyebaran ajarannya dan adanya segelincir umat bersikukuh membelanya walau gugatannya telah berkali- kali di tolak MK dan Fatwa MUI sudah jelas menyatakan kesesatannya.
Kedua, terkait kemunculan dan begitu beraninya komunis menunjukan dirinya. Kondisi itu, sungguh membuat risi bagi kami dan tentunya bukan saja ancaman bagi umat islam tapi tidak menutup kemungkinan menjadi anacaman bagi semua umat beragama di kabupaten Bogor termasuk di Indonesia.
“Untuk itu kami mengajak para ulama, pejabat, aparat, pimpinan ormas dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu padu melawan kesesatan Ahmadiyah dan kemunculan faham komunis yang menyesatkan,” ucapnya.
Untuk memastikan pihaknya melawan kesesatan dari faham komunis, akan dilakukan Apel Akbar Umat Islam Bogor Raya Bersatu secara khusus dan masyarakat secara umumnya. “Untuk itu kami mengajak semua masyarakat Bogor yang peduli aqidah anak cucu terhadap kesesatan Ahmadiyyah dan mencintai NKRI dari ancaman Komunis untuk bersatu melawannya, tegas Ustad Acep (Dauri)
Editor : Yat
Ribuan Aset BRI Dibuka untuk Masyarakat, Gebyar Lelang 2026 Digelar Serentak
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa