Salah seorang, umat konghucu sedang sembahyang, Sabtu (25/12020). Foto : Istimewa.
PURWAKARTA,FORMASNEWS.COM – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengucapkan selamat tahun baru Imlek kepada umat Konghucu di Purwakarta yang merayakannya. “Atas nama Pemerintah Daerah Purwakarta dan selaku Bupati saya ucapkan selamat tahun baru Imlek, kali ini jatuh pada, Sabtu (25/12020).
Dikatakan, Ambu Imlek yang berisikan pesan – pesan perdamaian antar umat beragama untuk saling menghormati, menghargai, dan mencintai. “Semoga saja, kedamaian akan ada di Kabupaten Purwakarta, terutama untuk umat beragama,” ujarnya.
Sementara, Klenteng satu – satunya di Kabupaten Purwakarta, yaitu Klenteng Budi Asih yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani menggelar peringatan tahun baru Imlek. Nampak puluhan umat Konghucu melakukan sembahyang di malam imlek. Tahun ini merupakan menjadi pergantian shio dari shio babi tanah menjadi shio tikus logam.
Gemerlap lampu lampion serta nyalanya lilin dan wanginya dupa tampak terasa di Klenteng Vihara Budi Asih ini.
Satu per satu umat silih berganti melakukan sembahyang dengan terlebih dahulu memberikan penghormatan kepada tuan rumah di Klenteng Budi Asih, yakni Dewa Kong Co Wan Kong yang merupakan panglima perang.
Pengurus Klenteng Budi Asih, Cecep Hariante atau biasa disebut Song Tek Sian mengungkapkan para umat silih berdatangan hingga menjelang malam nanti dan dilanjut besok hari. Song Tek Sian berharap di peringatan imlek 2020 ini kedamaian dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia.
“Kemeriahan Imlek tahun ini masih belum tampak karena belum ada semua yang datang. Semoga Imlek tahun ini bisa lebih baik dari Imlek sebelumnya,” ujarnya.
Dalam Klenteng Budi Asih ini terdapat tiga patung utama yang menjadi titik ibadah umat Konghucu di Purwakarta, di antaranya Kong Co Wan Kong (panglima perang), Kong Co Hotengsin (Dewa Uang), dan Maha Dewi Kwan In (Dewi Welas Asih).
“Ketiga dewa – dewi ini sayang sekali pada umatnya. Kami mandikan patung dewa gunakan air kembang khusus bahkan airnya itu jika tak ada air sumur bisa pakai air kemasan dan tak boleh pakai air pam,” katanya.
Tak hanya tiga patung tersebut, lanjutnya ada patung lain yang ada di Klenteng Budi Asih, seperti Tuti Kung (Dewa Bumi) yang berada di bagian bawah patung panglima perang. (Dadang/Die).
Editor : Yat
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa