Desa Ponggang sedang membuat jalan sementara agar bisa dilalui kendaraan roda dua, Jumat (24/1/2020). Foto : H.Ymn.
SUBANG, FORMASNEWS.COM – Wilayah Subang selatan rawan longsor, karena selain musim penghujan juga wilayah Subang selatan terdiri dari pegunungan dan bukit, jadi di sana banyak tebing kalau diguyur hujan tebing itu sering terjadi longsor.
Seperti halnya jalan Desa Ponggang ke Cilutung Kecamatan Serang panjang Kabupaten Subang, terpaksa di tutup sementara untuk semua jenis kendaraan baik roda dua atau roda empat karena ruas jalan tersebut terena longsor.
Jalan Desa di Ponggang Kecamatan Serangpanjang, Subang, Jumat (24/1/2020) dinihari terputus karena longsor. Akibatnya hubungan arus lalu-lintas dari Ponggang ke Cilutung untuk sementara tidak bisa dilalui kendaraan baik roda 2 maupun roda 4.
Camat Serangpanjang, Indri Tandia yang dihubungi membenarkan kejadian ini dan longsor diakibatkan hujan yang cukup lebat sejak Kamis malam.
Camat Serang Panjang Indri Tandia bersama warga Desa Ponggang membuat jalan sementara agar bisa dilalui kendaraan roda 2, sedangkan untuk kendaraan mobil sementara tidak bisa masuk atau keluar Desa Ponggang, Jumat (24/1/2020). Foto : H.Ymn.
“Setelah mendapat laporan dari aparat desa ada jalan Desa sepanjang 60 meter dengan ketinggian 15 mengalami longsor kami langsung ke lokasi longsor,” ujar Camat Indri.
Camat Serang Panjang menambahkan dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, hanya saja ada 3 petak sawah milik warga setempat yang terbawa longsoran, termasuk satu sepeda motor yang tertanam di pesawahan karena memaksakan hendak melewatinya
Dijelaskan Indri, “Motor yang terjebak dan tertanam di longsoran itu sudah dievakuasi, motor bersama penumpangnya diangkat bersama warga dengan selamat,” katanya.
Untuk mengantisipasi agar sarana jalan yang menghubungkan dua Desa itu bisa digunakan, maka Camat Indri bersama aparat desa dan warga bergotong royong membuat jalan darurat atau jalan sementara agar bisa dilalui kendaraan roda 2.
Sedangkan untuk kendaraan roda 4 menurut Camat Serang Panjang tetap harus membuat jalan baru dan hal ini memerlukan proses karena lahan yang ada merupakan tanah milik warga.
“Warga pemilik kendaraan roda 4 yang ada di Ponggang atau kebetulan belum pulang tidak bisa keluar atau masuk karena tidak ada jalan pintas. Sementara ya harus menggunakan sepedamotor, itupun sangat darurat di atas lahan milik warga,” pungkas Camat Serpang (H. Ymn).
Editor : Yat
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa