Kadis Damkar Kab Bandung, Kawaludin, sedang di wawancarai wartawan, Jumat (26/9/2019).
KAB. BANDUNG, FORMASNEWS.COM.- Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Ir. H. Kawaludin, MM, mengungkapkan, tugas pokok Pemadam Kebaran, pedomannya pada Panca Darma, yaitu pengabdian. Melakukan upaya – upaya pencegahan, optimal melakukan pemadaman, penyelamatan, mengupayakan peningkatan pemberdayaan masyarakat, penanganan bahan beracun dan berbahaya.
Hal itu di sampaikan pada kegiatan Ngawangkong Bari Ngopi yang diselenggarakan Humas Pemda Kabupaten Bandung, Jumat (27/9/2019), di Taman Uncal Pemda kabupaten Bandung, Soreang. Selain ikut melakukan tindakan pada kasus kimia Biologi Radio aktif Nuklir (KBRN).
Bahkan bersama BNPT, Disdamkar Kabupaten Bandung menjadi tim inti dan terdepan dalam hal penanganan. 3 pos dibentuk sebelumnya dikembangkan menjadi 9 pos.
Pada musim kemarau, diungkapkan Kawaludin, tahun 2019 yang terdata sampai September 2019, sebanyak 351 kali kejadian kebakaran, dengan dominasi kejadian kebakaran lahan sebanyak 110. Tahun 2018 jumlahnya 313 kali kebakaran yang ditangani. “Faktor cuaca menentukan pada peningkatan jumlah riil kebakaran.” Ujarnya.
Lanjut Kawaludin, Respon Time pada penanganan, saat ini posisi lebih baik, karena beberapa pos lebih dekat ke lokasi kejadian. Kecepatannya seperti di TK 45, yaitu 66%, tahun 2018. Di bawah 15 menit, meningkat menjadi 82%. Tetapi Damkar tetap ingin mencapai target Time Optimal.
Dalam hal kerugian, tahun 2019, dari segi Nilai Aset sampai september, Rp 200 miliar lebih. Sementara tahun 2018, nilai kerugian aset, kurang lebih Rp 257 miliar yang diselamatkan. Disdamkar tetap menghitung kerugian akibat kebakaran.
Pada segi penyebab kebakaran, Kawaludin pun menjelaskan, 99% Human eror, yaitu faktor kecerobohan manusia, konsleting litrik lebih dominan.”kami akan selalu mendorong melalui sosialisasi dan bimtek kepada masyarakat demi upaya pencegahan dan penangan kebakaran. Tahun 2018, hampir 5000 orang yang mengikuti pelatihan.” kata Kawaludin.
Kabupaten Bandung Wilayahnya cukup luas, idealnya minimal ada 12 dan 20 pos maksimal pos yang harus dibentuk di kabupaten Bandung. Tahun 2020 akan membentuk pos tambahan di Baleendah.
Kawaludin berharap, masyarakat bisa memahami tugas pemadam kebakaran yang sebenarnya. Sesuai Panca Darma nya, selain menyadari bahwa penyebab kejadian kebakaran adalah karena kelalaian manusia, selain mengenali potensi bakal terjadinya kebakaran.
Kadis Pertanian Kab. Bandung, Tisna Umaran, sedang di wawancarai wartawan, Jumat (26/9/2019).
Dari kegiatan “Ngawangkong Bari Ngopi” menghadirkan 4 Narasumber, Ir. H. Kawaludin, M.M, Kadisdamkar, Drs. H. Ahmad Johara, MSI, kalak BPBD, Ir.H.Tisna Umaran, Kadispan, dan Ir.H.Taufiq Wahid Ariana M.T, kabid Insfrastruktur Disperkimtan.
Sementara, pada bidang pertanian, Kepala Dinas pertanian, Ir.H.Tisna Umaran juga menyampaikan, luas lahan (Standing Crops) di kabupaten Bandung pada musim kemarau tahun ini sebanyak 15.400 Ha, kekeringan 896 Ha, dengan rincian 147 ringan, 249 berat dan 497 akibat puso dengan rasio luas kekeringan dibandingkan luas tanaman, sebesar 3,81 persen.
Sementara jumlah jumlah yang terancam kekeringan sebanyak 1.825 Ha. Kecamatan dengan cakupan lahan yang mengalami kekeringan paling tinggi berada di 3 kecamatan, yaitu Ciparay (36 Ha), Cicalengka (17 Ha) dan Cikancung (12 Ha).
Tisna Umaran juga menjelaskan upaya yang di lakukan dengan memobilisasi pompa air, pembuatan sumur pantek, metekomendasikan petani untuk membudidayakan tanaman yang cocok pada musim kemarau, selain menyarankan petani untuk ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Sementara dari BPBD Kabupaten Bandung, Drs. H. Ahmad Johara, MSI selaku kepala badan juga menyampaikan, BPBD punya fungsi dalam menyampaikan kepentingan masyarakat dan berkoordinasi bersama perangkat daerah lain dan Stakeholder. Tanggap Darurat Bencana hingga saat ini masih berlaku sesuai penetapan pihak Provinsi Jawa Barat, yaitu hingga 31 September 2019.
Dijelaskan Ahmad Johara, kecamatan terimbas kemarau yang menjadi bagian penanganan BPBD sebanyak 25 terdampak dari 27 kecamatan yang mengalami kekeringan.
Terkait pada pelayanan ketersediaan air baku, kabid Insfrastruktur Disperkimtan, Ir.H.Taufiq Wahid Ariana, M.T menyampaikan, hingga saat ini sudah ada 23 kecamatan dan 57 Desa yang sudah di sufort dengan mengirimkan air tanki dari sumber air baku. Dan tahun 2019 ini direncakan akan di bangun Sumur Dalam di 3 wilayah dengan dana yang bersumber dari Dana Alokasi kusus (DAK), serta 20 lokasi di tahun 2020 nanti. (Dado).
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
BRI Percepat Pembiayaan Sektor Produktif, KUR Tembus Rp84,36 Triliun Hingga Mei 2026
BRI Peduli Serahkan Ambulans ke Polres Kuningan, Perkuat Layanan Darurat untuk Masyarakat
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa