Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna poto bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada kegiatan Earth Hour gerakan mematikan lampu selama 60 menit sebagai bentuk simbolis untuk mengurangi penggunaan energi yang berlebihan, di Trans Studio Mall, Sabtu (30/3/2019).
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, kegiatan Earth Hour yang merupakan gerakan mematikan lampu selama 60 menit sebagai bentuk simbolis untuk mengurangi penggunaan energi yang berlebihan. Kegiatan itu, tidak sekedar seremonial melainkan harus berdampak jangka panjang dan diimplementasikan lebih lanjut.
“Oleh karenanya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, sebagai pemangku kebijakan yang memiliki peran strategis dalam menindaklanjuti gagasan penyelamatan lingkungan melalui Earth Hour ini. Kegiatan itu, akab cukup merespon yang positif,” ujarnya usai menghadiri kegiatan Earth Hour tingkat Provinsi Jawa Barat di Trans Studio Mall, Sabtu (30/3/2019).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendapat piagam pada kegiatan Earth Hour gerakan mematikan lampu selama 60 menit sebagai bentuk simbolis untuk mengurangi penggunaan energi yang berlebihan, di Trans Studio Mall, Sabtu (30/3/2019).
Dikatan, Ema pria yang resmi dilantik sebagai Sekda pada 22 Maret 2019 lalu itu, bahwa Kota Bandung sebagai Kota metropolitan harus mengambil peran dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengantisipasi meningkatnya populasi yang berdampak besar pada lingkungan.
“Bumi ini sudah cukup berat apabila manusia sebagai penghuninya tidak melakukan keseimbangan terhadap situasi dan kondisi. Terutama yang berkenaan dengan masalah energi, masalah polusi, dengan masalah lingkungan. Kita harus menjaga perilaku yang bisa membuat bumi ini lebih baik,” katanya.
Gerakan masif untuk tidak hanya mengurangi penggunaan energi listrik, gerakan untuk menekan penggunaan energi bahan bakar minyak serta mengurangi polusi akibat kendaraan bermotor. Momentum itu, bisa dilaksanakan, misalnya, pada Hari Nyepi. Selain turut menghormati ibadah umat Hindu, warga kota juga bisa sekaligus menurunkan emisi dari penggunaan energi.
Untuk itu, pihakn meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung untuk mengkajinya dan merespon positif ide masyarakat itu. “Apalagi, komitmen Pemkot Bandung dalam memperhatikan isu-isu lingkungan ini sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung. Dengan begitu kedepan, gagasan itu telah memiliki payung hukum yang jelas,” tegasnya. (Yat)
BRI Peduli Sentuh Akar Persoalan Stunting Lewat Perbaikan Hunian di Ciamis
Renovasi Rumah Jadi Langkah BRI Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Indramayu
Dari Sekolah, BRI BO Sukabumi Dorong Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
BRI Region 9 Bandung Perkuat UMKM di Era AI, Dewi Hestiningrum Sari Raih Penghargaan
BRI Gandeng Taspen Tingkatkan Perlindungan dan Literasi Keuangan Pensiunan di Cirebon
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Wingdik 300/Teknik, Perkuat Layanan Kesehatan di Subang
BRI Perkuat Sinergi dengan TNI, Yonzipur 3/YW Terima Bantuan Ambulans untuk Layanan Kemanusiaan
BRI dan YBM BRILian Salurkan Survival Kit untuk Korban Kebakaran Kampung Adat di Sukabumi
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Kelas Inspirasi dan Bantuan Pendidikan di Subang
Hari Pajak Nasional, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa