Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo (Kanan) sedang brkunjung kerumah papan yang baru dipasang listrik dari dana Desa di Kabupaten Pahiangan Bengkulu, Senin (31/12/218). Foto : Istimewa.
BENGKULU, FORMASNEWS.COM – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan dana Desa bisa digunakan untuk program Desa Terang. Pasalnya, dana Desa yang digulirkan buka hanya untuk pembangunan inspratruktur Desa saja, akan tetapi bisa digunakan untuk penerangan dan rumh rumah yang belum punya listrik.
“Itu adalah salah satu bentuk Komitmen Pemerintah terhadap kemajuan Desa dan daerah yang berada dipinggiran. Sehingga, digagas Program Nasional Desa terang. Progran ini juga, tidak berbenturan dengan program PLN, karena masih banyak daerah-daerah yang belum masuk listrik. Selain itu juga, banyak masyarakat yang tidak mampu pasang listrik sehinga dibantu dengan solar cell gratis yang biayanan dari dana Desa, “ujarnya di Bengkulu, Senin (31/12/218)
Dikatakannya, dana Desa yang sebagian digunakan untuk peyambungan listrik bagi masyarakat yang kurang mampu merupakan hal yang bisa dipertanggung jawabkan. Untuk bisa lebih mengetahui, program itu baiknya bisa kerjasama dengan Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI). Mereka sudah, paham betul program Desa terang karena sudah berpengalaman. Dalam mempergunakan, dana Desa untuk program listrik, mereka tidak akan salah pilih mana yang harus dikasih dan mana yang tidak dikasih,” katanya.
Progran GNTI untuk memberikan pemasangan listik ini, telah memeberikan mampaat bagi masyarakat Nelayan. Sehingga, mereka juga bisa menikmati lampu penerangan yang mereka cita – citakan. Selain itu juga, mereka kini bisa menonton Telivisi, dengan seperti itu mereka kini tidak terisolasi dari keramain masyarakat lain. Program yang dijalankan GNTI, targetnya selama lima tahun harus sudah bisa melakukan pemasangan listrik kepada masyarakat nelayan yang kurang mampu sebanyak 200 ribu sambungan rumah.
Ketua GNTI, Rokhmin Danuri, dalam kesempatan yang sama menyatakan, kriteria penerima manfaat Desa terang. Pertama, keluarga yang kurang mampu secara ekonomi, kedua rumah dan Desa itu belum teraliri listrik. Adapun, listrik yang dipasang kepada masyarakat, dari energy matahari karena selain murah juga ramah lingkungan. Program ini, dalam waktu dekat atau di awal tahun 2019 akan disalurkan ke Kabupaten Pahiangan sekitar 2700 sambungan rumah. (Salmam/Yat)
BRI Perkuat Peran Sosial Lewat TJSL, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Ciamis
Mahasiswa Unpad Diajak Membaca Arah Industri Perbankan di Tengah Disrupsi AI dan Fintech
Kolaborasi BRI dan Yayasan di Cirebon Perkuat Layanan Kemanusiaan Berbasis Komunitas
Rajutan UMKM Tasikmalaya Tembus Italia, BRI Dukung Permodalan Lewat KUR
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa