Kadis Dukcapil Kota Bandung, Tatang Muhtar (kanan) saat menjadi narasumber di Basa Basi Podcast Pokja PWI Kota Bandung, Kamis (3/4/2026). (Foto: Istimewa)
BANDUNG, FORMASNEWS.COM – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bandung, Tatang Muhtar, secara terbuka mengakui masih adanya kekurangan dalam pelayanan administrasi kependudukan. Di tengah upaya pembenahan, ia justru mendorong masyarakat untuk tidak diam dan aktif memberikan kritik serta masukan.
Pernyataan ini menjadi sorotan, karena jarang disampaikan secara terbuka oleh pejabat publik, khususnya terkait pelayanan dasar yang menyentuh langsung kebutuhan warga di Kota Bandung.
Menurut Tatang, pelayanan publik yang optimal tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Peran masyarakat dinilai penting sebagai pengawas sekaligus mitra dalam memperbaiki kualitas layanan.
“Kami berupaya memberikan yang terbaik, tapi harus diakui masih ada kekurangan. Karena itu, kami butuh masukan dari masyarakat untuk terus berbenah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kritik bukanlah ancaman, melainkan bahan evaluasi yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja aparatur. Dengan keterbukaan tersebut, Dukcapil berharap dapat membangun kepercayaan publik yang lebih kuat.
Di sisi lain, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung juga terus melakukan berbagai inovasi layanan, mulai dari digitalisasi hingga pembukaan layanan di akhir pekan. Namun, Tatang menilai upaya tersebut belum cukup tanpa partisipasi aktif warga.
Ia juga mengingatkan bahwa kesadaran masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan secara mandiri menjadi bagian penting dari perbaikan sistem. Ketergantungan pada pihak ketiga justru dapat menghambat transparansi dan berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Dalam konteks ini, Tatang mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga menjadi bagian dari proses perbaikan. Ia memastikan bahwa setiap saran dan keluhan akan menjadi catatan penting bagi peningkatan kualitas pelayanan ke depan.
“Jangan ragu untuk menyampaikan kritik. Itu akan menjadi bahan evaluasi kami agar pelayanan ke depan bisa lebih baik,” katanya.
Dengan pendekatan yang lebih terbuka, Dukcapil Kota Bandung berupaya mengubah pola hubungan antara pemerintah dan masyarakat, dari sekadar penyedia layanan menjadi kemitraan yang saling menguatkan dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih responsif dan akuntabel. (red)
BRILIANPRENEUR BRI Cetak UMKM Go Global, Restu Mande Tembus Forum Ekonomi Dunia
BRIncubator 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syarat UMKM Jawa Barat Ikut Program BRI
Layanan Safe Deposit Box BRI Bandung Jadi Pilihan Nasabah Lindungi Aset Berharga
Yayasan Bandung Cinta Damai Terima Ambulans dari BRI untuk Perkuat Layanan Sosial Kesehatan
Insan Pers Turun Tangan, PWI Jabar dan BRI Bandung Salurkan Sembako untuk Warga
Ancaman Siber Mengintai Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Literasi Keamanan Digital
Libatkan Pesantren dan Yayasan, BRI Region 9 Bandung Perkuat Distribusi Bantuan Sembako
Pengungsi Pergerakan Tanah Bantargadung Masih Bertahan di Posko, BRI Salurkan Bantuan Sembako
BRI Lakukan Asesmen Kebutuhan Pengungsi Korban Pergerakan Tanah di Bantargadung
Pos Indonesia Manfaatkan Kantor Pos sebagai Lokasi Ujian Online Mahasiswa Universitas Terbuka
Komisi A DPRD Kota Bandung, Mamfaatkan Regulasi JPO Bisa Hasilkan PAD
Bapenda Kabupaten Bogor Lakukan Pelayanan Pajak Online
PPKM Darurat Diperpanjang, Pemkot Berikan Relaksasi Sejumlah Kebijakan
Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah
Bupati Purwakarta Ikuti Arahan Presiden, untuk Bendung Lonjakan Kasus Covid-19
Copyright ©2017 FormasNews.com - Bersatu Membangun Bangsa